Kemenhut Ungkap Empat Jenis Kayu Gelondongan Banjir Sumatera, Apa Saja?

AKURAT.CO Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah mengidentifikasi bahwa kayu gelondongan yang ditemukan di lokasi banjir Sumatera berasal dari berbagai jenis pohon, bukan hanya satu jenis saja.
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (8/12/2025), hasil identifikasi ini berdasarkan sampel yang diambil di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Krisdianto, menjelaskan bahwa jenis-jenis kayu yang ditemukan meliputi Mempisang dari kelompok rimba campuran, Tanjung dari kelompok kayu indah 2, Simpur dari kelompok rimba campuran, Pasang dari kelompok kayu indah 2, Nyatoh dari kelompok kayu komersial 1, dan batang sawit.
Klasifikasi Kayu Berdasarkan SK Menteri Kehutanan
Klasifikasi kayu-kayu tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 163/Kpts-II/2003, yang mengatur pengenaan iuran kehutanan. Pembagian kelompok jenis kayu berdasarkan pengenaan iuran tersebut adalah sebagai berikut:
- Kelompok jenis meranti/kelompok komersial 1
- Kelompok jenis kayu rimba campuran/kelompok komersial 2
- Kelompok jenis kayu eboni/kelompok indah 1
- Kelompok jenis kayu indah/kelompok indah 2
Penyelidikan Asal-Usul Kayu dan Keterlibatan Pihak Berwajib
Meskipun jenis-jenis kayu telah berhasil diidentifikasi, Kemenhut belum dapat memastikan asal-usul kayu gelondongan tersebut, apakah dari hutan alami atau tanaman budidaya. Penelusuran lebih lanjut ke hulu sungai masih diperlukan untuk menjawab pertanyaan ini.
Peran Teknologi AIKO dan Petugas Lapangan
Pemerintah memanfaatkan alat identifikasi kayu otomatis (AIKO) untuk membantu memastikan identitas kayu-kayu tersebut.
Namun, AIKO hanyalah alat bantu, dan peran petugas di lapangan yang memahami jenis kayu sangat penting.
Teknologi AIKO digunakan untuk mengidentifikasi anatomi kayu dan potensi cacat pada kayu.
Temuan Gergaji Mesin dan Pembentukan Satgas Gabungan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengungkapkan adanya jejak gergaji mesin pada beberapa kayu gelondongan yang ditemukan.
Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian kayu kemungkinan berasal dari aktivitas penebangan.
Untuk menyelidiki asal-usul kayu ini, Polri berkolaborasi dengan Kemenhut membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gabungan.
Tim gabungan ini sedang menyusuri daerah aliran sungai yang terdampak, mulai dari hilir hingga ke hulu. P
enyelidikan ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab keberadaan kayu gelondongan dalam jumlah besar dan potensi kaitannya dengan aktivitas ilegal di kawasan hutan.
Tindak Lanjut oleh Kementerian Kehutanan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pihaknya telah menyegel empat subyek hukum yang diduga menjadi penyebab banjir dan longsor di Sumatera.
Penyegelan ini merupakan tindak lanjut dari operasi penegakan hukum yang dilakukan oleh Tim Kemenhut.
Keempat subyek hukum yang disegel berada di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kemenhut berkomitmen untuk menindak tegas perusak hutan tanpa kompromi. Selain empat yang disegel, Kemenhut juga telah mengidentifikasi delapan subyek hukum lainnya yang akan segera disegel.
Kementerian Kehutanan juga melakukan pendalaman terhadap dugaan pelanggaran kehutanan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag









