Pramono Soal Aksi Tolak Pejabat Pakai Strobo: Saya Hampir Enggak Pernah 'Tat Tot Tat Tot'

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menanggapi gelombang penolakan masyarakat terhadap penggunaan sirine dan strobo kendaraan pejabat di jalan raya.
Dia menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan mengintervensi kebijakan tersebut. Sebab, ketentuan penggunaan sirine pejabat sepenuhnya diatur oleh pemerintah pusat.
"Jadi untuk itu aturan ini kan semuanya yang ngatur sebenarnya pemerintah pusat. Kami hanya menjalani," kata Pramono di Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Meski begitu, mantan Sekjen PDI Perjuangan itu mengklaim dirinya tak pernah bergantung pada sirine. Selama menjabat sebagai Gubernur Jakarta, dia menyebut nyaris tak pernah menggunakan patwal dengan bunyi 'tatot-tatot'.
Baca Juga: MPR Soal Usulan Patwal Hanya untuk Presiden dan Wapres: Pejabat Negara Bisa Telat Hadiri Rapat
"Saya sendiri teman-teman pasti melihat selama saya menggunakan mobil patwal hampir enggak pernah tatot-tatot," tuturnya.
Tak berhenti di situ, Pramono juga membeberkan kesehariannya di luar jam kerja. Pada akhir pekan, dia mengaku selalu beraktivitas tanpa kawalan.
"Apalagi Sabtu-Minggu saya juga enggak pernah dikawal. Jadi saya menikmati malah gak dikawal sebenarnya," katanya.
Sebagai informasi, penggunaan sirine diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan. Pasal 65 ayat (1) menegaskan, kendaraan pejabat termasuk kepala daerah masuk dalam kategori yang mendapat prioritas di jalan raya.
Pramono berharap, masyarakat bisa memahami ketentuan tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman. "Kami harap masyarakat bisa mengerti bahwa aturan ini dibuat untuk kelancaran dan keamanan saat pejabat menjalankan tugas," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







