Hubungan Warga Kampung Bayam dan Jakpro Baik, Proses Pemindahan ke Rusun Dipastikan Lancar

AKURAT.CO Proses pemindahan warga Kampung Tani Madani Kampung Bayam ke rumah susun (rusun) terus berjalan. Saat ini, warga kampung bayam madani pimpinan Muhammad Furqon masih digembleng untuk menjadi petani modern.
Ketua Kelompok Tani Madani Kampung Bayam, Muhammad Furqon, dan kuasa hukum warga, Akhid, memastikan tidak ada persoalan dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kedatangan kita ke sini adalah bukti konkret bahwa hubungan warga Kampung Bayam yang dipimpin oleh Pak Furqon bersama Jakpro dan Pemprov Jakarta baik-baik saja. Kita tetap berkomunikasi, tetap berhubungan baik," kata Akhid saat ditemui di gedung DPRD Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Baca Juga: Usai Dilantik, Pramono Anung Bakal Kembalikan Warga Kampung Bayam ke Kawasan JIS
Terkait belum masuknya warga ke rusun pasca-Lebaran sebagaimana dijanjikan sebelumnya, Akhid menegaskan hal itu bukan kendala.
"Warga ini petani. Jadi kami berharap begitu pindah, tempatnya sudah siap untuk bertani Ini bagian dari proses, bukan hambatan. Jakpro bukan Bandung Bondowoso yang bisa bangun semalam," jelasnya.
Furqon juga menegaskan, bahwa pelatihan pertanian untuk warga sudah dilakukan sejak lama. Saat ini hanya tinggal pematangan. "Kita ingin membentuk petani modern. Saat menempati rusun nanti, mereka siap dan bisa jadi wahana percontohan," ujar Furqon.
Menanggapi aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, Akhid memastikan bahwa demonstran bukan bagian dari warga Kampung Bayam yang tergabung dalam kelompok pimpinan Furqon.
"Kalau ada yang demo, itu hak mereka. Tapi yang pasti, bukan dari kelompok kami," ucapnya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Serap Aspirasi Warga Kampung Bayam, Janji Selesaikan Masalah Hunian dalam 100 Hari
Hingga kini, komunikasi antara warga dan Jakpro diklaim sangat intens dan terbuka. Bahkan, diskusi dilakukan hingga malam hari untuk kepentingan warga kampung bayam.
"Tidak ada sumbatan komunikasi. Kita ingin kehidupan itu dibangun dari proses. Ini bukan kendala, tapi tahapan yang harus dijalani," kata Furqon.
Saat ditanya soal target waktu kepindahan, baik Akhid maupun Furqon menyebut semuanya masih dalam proses. "Berproses. Kami mengikuti tahapan dan ingin semuanya siap saat waktunya tiba," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








