Kebut 100 Persen Layanan Air Perpipaan 2030, PAM JAYA Gratiskan Sambungan Baru untuk Warga

AKURAT.CO Perumda Air Minum Jaya (PAM JAYA) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum meluncurkan program pemasangan sambungan air baru secara gratis bagi pelanggan di area tertentu.
Program ini bertujuan untuk mendukung pencapaian target 100 persen cakupan layanan air perpipaan di Jakarta pada tahun 2030.
"Warga yang tinggal di area yang telah ditentukan tidak akan dikenakan biaya pemasangan sambungan air. Namun, mereka diwajibkan membayar Uang Jaminan Langganan (UJL) sebagai deposit," ujar Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, dikutip Sabtu (4/1/2024).
Arief menjelaskan, UJL sepenuhnya akan dikembalikan jika pelanggan memutuskan berhenti berlangganan. "Inisiatif ini memberikan solusi yang terjangkau dan fleksibel bagi pelanggan baru," tambahnya.
Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Dorong Penggunaan Air PAM JAYA untuk Atasi Banjir Rob
PAM JAYA juga mendapat tambahan suplai air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur Tahap I yang mulai beroperasi komersial pada Desember 2024.
"SPAM Jatiluhur Tahap I menyediakan suplai air bersih sebanyak 4.000 liter per detik untuk DKI Jakarta. Ini akan mendukung sekitar 300.000 sambungan rumah baru hingga 2028," jelasnya.
Untuk mendukung target ini, PAM JAYA melakukan perluasan jaringan pipa di Jakarta Timur. Proyek ini mencakup sepuluh wilayah utama, seperti Kelurahan Cipinang Besar Utara, Cipinang Besar Selatan, Cipinang Muara, Duren Sawit, Pulogebang, Klender, serta sebagian wilayah Cipinang, Pondok Bambu, Jatinegara Kaum, dan Penggilingan.
"Perluasan jaringan ini akan memastikan akses yang lebih andal terhadap air bersih di wilayah tersebut," kata Arief.
Menurutnya, beroperasinya SPAM Jatiluhur Tahap I menjadi langkah besar dalam mewujudkan misi PAM JAYA, untuk memberikan layanan air perpipaan yang terjangkau dan andal bagi seluruh warga Jakarta.
"Suplai tambahan ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan yang ada, tetapi juga memperluas akses air bersih ke daerah-daerah yang sebelumnya kurang terlayani," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 6Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 7Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja





