Dampak Kebakaran Bromo, Hilangnya Keanekaragaman Hayati Dan Sumber Air

AKURAT.CO Kebakaran di kawasan wisata Gunung Bromo sejak 6 September 2023 menimbulkan banyak kerugian.
Kebakaran di Gunung Bromo tepatnya di Bukit Teletubbies terjadi akibat penggunaan flare untuk foto prewedding oleh pengunjung.
Kebakaran di Gunung Bromo ini mengakibatkan banyak sekali kerugian. Tak hanya kerugian material namun juga lingkungan hidup.
Baca Juga: Tornado Api Muncul Di Bromo, Apakah Itu?
Kawasan wisata Gunung Bromo pun telah ditutup secara total pada 6 September 2023. Menyusul pada 10 September 2023, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pun ditutup total. Keduanya ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Lalu apa saja dampak yang ditimbulkan? Berikut beberapa dampak yang ditimbulkan dari kebakaran di Gunung Bromo:
1. Hilangnya keanekaragaman hayati
Dampak kebakaran padang savana Bromo ini menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati seperti bunga edelweis dan rumput malelo yang terbakar.
Seperti diketahui, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terkenal dengan sebutan Land of Edelweis atau surga dari tanaman Edelweiss yang memiliki tiga jenis yakni Anaphalis viscida, Anaphalis longifolia, Anaphalis javanica.
Selain itu, satwa langka seperti Elang Jawa dan Lutung Jawa pun tidak ditemukan lagi di kawasan Bromo. Diperkirakan satwa ini pergi meninggalkan habitatnya karena asap dari kebakaran.
Lutung Jawa sendiri merupakan hewan yang terancam punah sebab tingkat reproduksinya cukup rendah. Sedangkan Elang Jawa adalah satwa endemik dari Jawa yang merupakan predator teratas dalam sistem rantai makanan.
Baca Juga: 7 Bahaya Flare, Penyebab Kebakaran Di Bukit Teletubbies Kawasan Bromo
2. Gangguan saluran pernapasan
Selain hilangnya keanekaragaman hayati, dampak kebakaran Bromo ini juga dapat menyebabkan warga setempat mengalami gangguan saluran pernapasan atau ISPA. Hal ini disebabkan abu-abu sisa kebakaran Bromo yang beterbangan ke rumah warga sekitar.
3. Hilangnya sumber air bersih warga
Kebakaran berhari-hari di Gunung Bromo telah membuat setidaknya enam desa di Kecamatan Sukapura, Probolinggo, mengalami krisis air bersih.
Hal ini terjadi karena pipa yang terbuat dari PVC di kedua sumber mata air yakni Gunung Wantangan dan Bukit Savana Gunung Bromo rusak akibat kebakaran. Ini berdampak pada terputusnya saluran air bersih untuk enam desa di Kecamatan Sukapura, Probolinggo.
Enam desa yang mengalami krisis air bersih akibat kebakaran Gunung Bromo yaitu Ngadirejo, Wonokerto, Ngadas, Jetak, Wonotoro dan Ngadisari.
Sebelumnya saluran air sempat rusak akibat jalur trail yang memunculkan percikan hingga menjadi kristal es. Namun ditambah dengan adanya kebakaran, tentu menambah rusak pipa saluran air tersebut.
Dari uraian di atas, terlihat jelas bagaimana hebatnya dampak yang ditimbulkan dari insiden kebakaran Gunung Bromo. Hanya karena ulah orang-orang yang tidak memikirkan akibat dari tindakannya yang dilakukan atas nama kepentingan pribadi. (Adinda Shafa Afriasti)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






