Akurat Logo

Atlet Gulat Bantul Ngaku jadi Korban Kekerasan Seksual Pelatihnya Saat Latihan, Disebut Hingga Alami Depresi

| 28 Oktober 2022, 09:42 WIB
Atlet Gulat Bantul Ngaku jadi Korban Kekerasan Seksual Pelatihnya Saat Latihan, Disebut Hingga Alami Depresi

AKURAT.CO, A (18), seorang atlet gulat asal Bantul mengaku jadi korban kekerasan seksual oleh pelatihnya sendiri yang berinisial AR. Korban disebut mengalami depresi karenanya.

Retno S, rekan A yang juga merupakan pegulat putri menyebut korban jadi semacam pendiam hingga akhirnya ketahuan sempat melukai dirinya sendiri dirundung depresi akibat perbuatan AR.

"Kaya halusinasi, katanya kebayang-bayang terus, sampai melukai anggota tubuhnya pakai kukunya, dicakar-cakar. Pas aku gandeng, (respons korban) 'jangan mbak, sakit tanganku," kata Retno di Mapolres Bantul, Kamis (27/10/2022).

Baru setelah itu Retno mengetahui apa yang dialami A dari yang bersangkutan sendiri dan rekan sesama atlet lainnya.

Angga Setyaji, senior atlet dari korban menyebut dugaan peristiwa kekerasan Berawal saat terduga pelaku mengajak A untuk latihan bersama sebagai persiapan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI DIY, di Sasana Gulat Pringgodani, Sanden, Bantul, akhir Juli 2022.

Berdasarkan keterangan A, lanjut Angga, terduga pelaku mengajak korban latihan secara mandiri di sasana yang tak kosong selain mereka berdua.

"Di luar jam latihan itu dijapri untuk latihan mandiri. Karena saya bilang korban ini masih anak-anak dan masih semangat-semangatnya. Jadi ada jam tambahan ini ya ayo (diiyakan)," kata Angga di Mapolres Bantul.

A yang tak sadar akan niat AR pun akhirnya jadi sasaran kekerasan seksual di tengah proses latihan itu. 

Korban lantas mengadukan perbuatan AR ke dua senior sesama atlet gulat. Ketiganya lalu melapor ke Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Bantul, meski akhirnya harus menanggung rasa kecewa lantaran diminta menahan diri.

Saat itu, mereka bertiga diminta 'tutup mulut' dikarenakan pengurus PGSI khawatir hal ini akan mengganggu persiapan Porda. Respons itu membuat A terpaksa menenangkan diri pindah ke Bandung, Jawa Barat dan berlatih persiapan Porda di sasana setempat.

Dari sini, dua senior A buka mulut ke Angga tentang kejadian yang dialami korban. Angga mencoba mengklarifikasi langsung kepada A dan mendapati kondisi juniornya itu sedang tidak baik-baik saja.

A sendiri mengaku kepada Angga bahwa ia bahkan belum bercerita kepada orangtuanya. "Saya menganggap dia depresi karena chat WA saya sambil nangis-nangis, bilang 'saya nggak kuat, Mas. Saya nggak kuat," sambungnya.

Angga dan sesama rekan atlet gulat lainnya lalu mencoba membangun mental jelang A bertanding di PORDA. Bulan Agustus 2022, korban yang sudah bercerita ke orangtuanya kembali ke Bantul dijemput rekan dan senior sesama atlet. 

A didampingi untuk diajak ke lembaga konseling serta UPTD PPA Bantul guna mendapatkan pendampingan psikologis, termasuk konsultasi salah satunya perihal upaya menempuh langkah hukum.

Hingga A akhirnya menjuarai Porda dan menyabet medali emas. Namun demikian, Pengkab PGSI disebut tak kunjung mengurus permasalahan ini. 

Angga sendiri menyebut terduga pelaku selalu menyangkal tudingan kekerasan seksual ini di depan sesama rekan atlet gulat lainnya. Hanya saja, kepada Angga, AR mengisyaratkan melakukan perbuatan itu kepada A.

"Mengelak (ke rekan-rekan), tapi sempat ke rumah saya, ya ngobrol-ngobrol tentang gulat, tapi intinya itu memang terjadi, tersentil (tersirat)," pungkasnya.

Melihat ketidakseriusan PGSI, korban memutuskan untuk melaporkan terduga pelaku ke Polres Bantul, Kamis ini setelah berkonsultasi dengan Unit PPA. Kedatangannya ke kantor polisi didampingi rekan-rekan sesama atlet, termasuk Angga dan Retno.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan kekerasan seksual ini. Jajarannya selanjutnya segera menindaklanjutinya dengan memulai penyelidikan. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.