Suka Keliru Bunga Sakura, Ini Asal-usul Bunga Tabebuya yang Indah saat Mekar

AKURAT.CO, Bunga Tabebuya warna kuning yang secara serentak tengah bermekaran di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah mulai dari perempatan Srimaya hingga pertigaan Posis.
Mekarnya bunga pohon yang dijadikan peneduh menambah cantik menghias pinggir ruas protokol jalan di Purwokerto. Dosen Fakultas Biologi Unsoed Dr. Pudji Widodo, MSc mengatakan, September-Oktober menjadi puncak Tabebuya mekar.
"Meskipun bunga mungkin bisa ditemukan sepanjang tahun tetapi tidak sebanyak bulan tersebut," ujar ahli taksonomi lulusan Lincoln University Christchurch, Selandia Baru ini.
Pudji mengatakan, Tabebuya, yang memiliki nama ilmiah Tabebuia aurea adalah jenis tanaman yang termasuk Suku Bignoniaceae berasal dari Brasil, Amerika Selatan.
Tanaman ini dapat menjadi pohon yang besar bila dibiarkan tumbuh puluhan tahun. Tanaman ini sering disebut sebagai tanaman Sakura, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura dan mekar dalam jumlah besar, lebih dominan daripada daunnya.
Namun sebenarnya kedua tanaman ini sangat berbeda. Pudji, memaparkan bahwa pohon Tebebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya tidak mudah rontok, di saat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat.
"Tanaman ini sangat cocok sebagai tanaman peneduh jalan yang rindang di perumahan atau pertokoan di sepanjang jalan," ungkapnya.
Dibanding Sakura (Prunus serrulata), Tabebuya memang pas dijadikan peneduh jalan karena bisa menjadi pohon besar. Sedang Sakura pohonnya kecil.
Selain itu kemampuan tumbuh di wilayah tropis dan subtropis juga menjadi kelebihan tersendiri yang dimiliki Tabebuya.
Di Purwokerto, tanaman Tabebuya menjadi sorotan karena merupakan tanaman peneduh dan hias yang mengalami bloom di sepanjang Jl Jenderal Soedirman yang merupakan jalan utama.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 54 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai


