Akurat Logo

Ganjar Minta Para Intelijen Usut Dalang di Balik Demo Berakhir Ricuh di Beberapa Daerah

| 1 Oktober 2019, 15:43 WIB
Ganjar Minta Para Intelijen Usut Dalang di Balik Demo Berakhir Ricuh di Beberapa Daerah

AKURAT.CO, Aksi demonstrasi di sejumlah tempat terus terjadi. Tak sedikit aksi yang dilakukan oleh mahasiswa hingga pelajar berujung bentrok dan kericuhan.

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendorong para intelijen keamanan untuk mencari siapa yang menggerakan massa tersebut.

"Aparat penegak hukum, intelijen keamanan harus segera bertindak untuk mencari siapa yang menggerakkan ini. Sudah banyak bukti adanya pihak yang mendesign agar Indonesia chaos," ucap Ganjar usai memberikan pembekalan kepada sejumlah Kepala Sekolah di SMKN 7 Semarang, Selasa (1/10/2019).

Ganjar pun sangat menyesalkan keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi itu. Untuk itu, pihaknya meminta seluruh Kepala Sekolah di Jateng untuk lebih mengawasi anak-anak didiknya.

"Jangan dimarahi, diajak bicara saja. Komite sekolah juga harus proaktif turun sampai ke orang tua siswa agar mereka tahu dan ikut memberikan pengawasan," katanya.

Apalagi, di tengah aksi tersebut, ada orang yang mengenakan seragam pelajar, padahal ia bukan pelajar, juga ikut demo yang malah berujung bertindak anarkis.

"Ada yang tatoan, umurnya 22 tahun, mereka pinjam seragam dan dibayar Rp 40.000 sampai Rp 200.000. Ini bukti bahwa ada yang sengaja masuk ke sana dan menggerakkan," tegasnya.

Ganjar menduga, maraknya aksi demonstrasi berakhir ricuh diduga memang sengaja dirancang oleh para otak yang ingin mengacaukan republik ini.

"Siapa otaknya, biarkan aparat keamanan yang bicara. Apalagi sekarang isu demo bergerak, dari yang awalnya menolak revisi UU KPK dan RKUHP, menjadi isu untuk melengserkan Jokowi," ucapnya.

Sekedar diketahui, aksi demonstrasi menolak revisi UU KPK dan RKUHP terus terjadi belakangan ini. Seringkali aksi demonstrasi yang juga melibatkan pelajar itu berakhir ricuh.

Isu demonstrasi terus berkembang, sampai ada isu demo untuk melengserkan presiden Joko Widodo dan menggagalkan pelantikannya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.