Akurat Logo

Imbas Kerusuhan Suporter Persita vs Persija, I.League Buka Kemungkinan Pengurangan Poin

Dian Eko Prasetio | 21 Oktober 2026, 15:54 WIB
Imbas Kerusuhan Suporter Persita vs Persija, I.League Buka Kemungkinan Pengurangan Poin
Sejumlah suporter dalam kericuhan di sela pertandingan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (17/10/2026). ANTARA/ Putra M Akbar.

AKURAT.CO, Kerusuhan antarsuporter yang melibatkan pendukung Persija Jakarta dan Persita Tangerang baru-baru ini menyita perhatian publik sepakbola nasional.

Buntut dari insiden tersebut, beredar rumor di media sosial mengenai potensi sanksi berat berupa pengurangan poin bagi skuad Macan Kemayoran di kompetisi Liga 1 Indonesia 2026-2027.

Menanggapi isu panas tersebut, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, akhirnya buka suara.

Meskipun regulasi resmi saat ini belum mencantumkan aturan tersebut secara spesifik, pihak operator liga tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah tegas.

"Memang di dalam kode disiplin belum tertera (sanksi pengurangan poin)," kata Ferry Paulus saat ditemui di kantor I.League, Menara Mandiri II, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Persita vs Persija: Shin Tae-yong Harap Persaudaraan Suporter di Bantul Terulang di Serang

"Tapi terhadap indikasi larangan atau kerusuhan-kerusuhan yang terjadi ini, ya tidak menutup kemungkinan kami akan mendorong untuk bisa diberikan sanksi di dalam satu regulasi tersendiri untuk sanksi pengurangan poin."

Ferry Paulus menegaskan bahwa ketertiban dan kenyamanan jalannya kompetisi Liga 1 merupakan prioritas utama yang harus dijaga bersama.

Ulah segelintir oknum suporter yang kerap memicu keributan dianggap sudah sangat merugikan integritas sepakbola Indonesia.

"Karena apa yang sudah kita jaga selama ini tentunya harus memiliki kepastian dan kenyamanan," katanya.

"Ada beberapa oknum, terutama suporter yang selalu membandel dan berindikasi atau berimplikasi terjadi keributan, kami pasti akan mendorong untuk bisa diberikan sanksi yang berat."

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.