Yunus Nusi: Jangan Bully Justin Hubner, Bully Saya atau Ketua Umum PSSI

AKURAT.CO, Gelombang respons negatif pasca kegagalan Timnas Indonesia melangkah dari fase grup Piala AFF 2026 menyisakan kabar kurang sedap. Bek Garuda, Justin Hubner, menjadi sasaran cyberbullying hingga mendapat ancaman dari oknum netizen di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengecam keras aksi perundungan yang menyasar ranah pribadi dan keluarga pemain. Menurut Yunus, Justin Hubner merupakan salah satu penggawa yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme sangat tinggi saat membela Timnas Indonesia.
"Jelas itu sangat memprihatinkan. Kita tahu Justin ini 'Indonesia banget'. Anak ini bandel-bandel tapi semangat Garuda-nya sangat tinggi, patriotismenya luar biasa. Coba lihat kalau main, dia berjuang mati-matian dengan kemampuan dia," kata Yunus Nusi saat ditemui di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Yunus menyayangkan sikap sebagian oknum masyarakat yang meluapkan kekecewaan secara destruktif hingga mengganggu ketenangan keluarga sang pemain. Ia secara tegas meminta agar seluruh bentuk kritik dan caci maki diarahkan langsung kepada jajaran pengurus federasi, bukan kepada pemain maupun tim pelatih.
"Sangat kita sayangkan masih ada masyarakat kita yang mencela sampai anak istrinya di-bully seperti itu. Kami sangat prihatin. Sekali lagi, silakan bully ke saya, silakan ke Ketua Umum (Erick Thohir). Silakan kami dicaci maki, tapi jangan pemain, jangan pelatih," tegas Yunus.
Ia menambahkan, para pemain telah mengorbankan waktu, tenaga, dan fisik di lapangan demi memperjuangkan martabat bangsa melalui sepakbola, sehingga sangat tidak adil jika harus menerima respons intimidatif yang mengganggu psikologis keluarga.
"Kasihan mereka kalau diberikan komentar negatif yang sangat mengganggu keluarga. Mereka sudah berdarah-darah di lapangan," tambahnya.
Khawatir Pemain Kapok Bela Timnas, PSSI Buka Opsi Langkah Hukum
Mengenai kemungkinan mengambil langkah hukum terhadap oknum warganet yang melayangkan ancaman, PSSI mengaku masih memantau perkembangan situasi terkini dan dampak yang ditimbulkan.
Federasi mengkhawatirkan jika tekanan psikologis yang dialami para pemain terus memuncak, hal itu berpotensi membuat atlet enggan memenuhi panggilan membela tim Merah Putih di masa mendatang.
"Kita lihat sendiri sejauh mana akibat dari apa yang dilakukan masyarakat terhadap para pemain. Kami belum sampai ke sana (langkah hukum), hanya kami selalu mengimbau agar kita menjaga anak-anak ini supaya psikologi dan semangat mereka tidak luntur," jelas Yunus.
"Kami khawatir, ketika tekanan psikologis ini semakin kuat, mereka bisa saja dengan berbagai alasan menjadi enggan untuk kembali membela negara. Mari kita jaga mereka bersama-sama."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








