Profil Silvio Gazzaniga, Pencipta Trofi Piala Dunia FIFA yang Dipakai hingga 2026

AKURAT.CO Trofi Piala Dunia FIFA kembali menjadi pusat perhatian seiring Final Piala Dunia 2026 yang semakin dekat. Lambang kejayaan sepak bola dunia itu akan kembali diangkat oleh tim yang berhasil keluar sebagai juara, melanjutkan tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Di balik desain emas yang ikonik tersebut, terdapat sosok pematung asal Italia, Silvio Gazzaniga. Profil Silvio Gazzaniga kembali banyak dicari karena ia merupakan pencipta Trofi Piala Dunia FIFA yang masih digunakan hingga Piala Dunia 2026 dan telah menjadi simbol paling bergengsi dalam sejarah sepak bola dunia.
Baca Juga: Kalender Jawa 17 Juli 2026: Weton Jumat Kliwon Dikenal Sosok Sabar yang Disukai Banyak Orang
Profil Silvio Gazzaniga
Dikutip dari FIFA, Silvio Gazzaniga adalah pematung sekaligus desainer asal Milan, Italia, yang lahir pada 23 Januari 1921. Sejak muda, ia telah menaruh minat besar pada seni rupa, terutama desain, patung, medali, dan pembuatan trofi.
Pendidikan seninya ditempuh di Sekolah Seni Terapan Humanitarian dan Sekolah Seni Castello Sforzesco di Milan. Di sana, ia mengasah kemampuan sebagai pematung sekaligus pengrajin emas dan perhiasan yang kemudian menjadi bekal penting sepanjang karier profesionalnya.
Karier Gazzaniga dimulai sejak usia 16 tahun. Bahkan, ketika Perang Dunia II berlangsung, ia telah aktif membuat medali, penghargaan, dan trofi untuk berbagai lembaga. Pada 1953, ia dipercaya menjadi Direktur Artistik sekaligus pematung utama di perusahaan Bertoni, salah satu produsen trofi ternama di Italia.
Selama hampir delapan dekade berkarya, ia menghasilkan ratusan karya seni berupa patung, medali, hingga trofi olahraga yang digunakan di berbagai belahan dunia.
Awal Mula Silvio Gazzaniga Menciptakan Trofi Piala Dunia
Nama Silvio Gazzaniga mulai dikenal secara internasional setelah FIFA mencari desain trofi baru usai Piala Dunia 1970.
Saat itu, Brasil berhasil menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya sehingga berhak membawa pulang Trofi Jules Rimet secara permanen sesuai aturan yang berlaku.
Untuk menggantikannya, FIFA mengadakan kompetisi internasional yang diikuti seniman dari berbagai negara. Saat itu sebanyak 53 desain dari 25 negara masuk dalam seleksi.
Berbeda dengan peserta lainnya, Gazzaniga tidak hanya mengirimkan gambar rancangan. Ia juga membuat model tiga dimensi menggunakan plastisin lengkap dengan cetakan gips sehingga dewan juri dapat melihat bentuk trofi secara nyata.
Pendekatan tersebut berhasil memikat FIFA dan membuat karyanya terpilih sebagai desain resmi Trofi Piala Dunia FIFA pada 1971.
Trofi itu kemudian diperkenalkan secara resmi pada Januari 1972 sebelum pertama kali digunakan di Piala Dunia 1974 yang berlangsung di Jerman Barat.
Filosofi di Balik Desain Trofi Piala Dunia FIFA
Silvio Gazzaniga tidak sekadar menciptakan sebuah piala. Ia ingin menghadirkan simbol universal tentang semangat olahraga dan kemenangan.
Trofi tersebut menampilkan dua figur manusia yang mengangkat bola dunia ke atas sebagai lambang keberhasilan atlet mencapai puncak prestasi.
Menurut Gazzaniga, desain itu menggambarkan perjuangan, dinamisme, kekuatan, sportivitas, serta kegembiraan yang dirasakan seorang atlet setelah melalui berbagai pengorbanan.
Bagian bawah trofi dibuat dengan garis spiral yang terus bergerak ke atas hingga menopang bola dunia. Sementara itu, cincin malachite berwarna hijau pada alas dipilih karena menyerupai warna lapangan sepak bola sekaligus memberikan sentuhan elegan.
Ia pernah mengatakan bahwa apabila diminta membuat ulang trofi tersebut, ia tidak akan mengubah satu pun bagian karena desain itu lahir dari prinsip estetika yang bersifat universal.
Spesifikasi Trofi Piala Dunia FIFA
Trofi Piala Dunia FIFA memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya begitu ikonik.
Trofi dibuat dari emas 18 karat
Tinggi trofi mencapai 36,8 sentimeter
Beratnya sekitar 6,175 kilogram
Bagian alas dihiasi dua cincin batu malachite berwarna hijau
Nama negara juara diukir pada bagian bawah trofi menggunakan bahasa resmi masing masing negara
Trofi asli pertama kali diangkat oleh Jerman Barat setelah menjuarai Piala Dunia 1974
FIFA Akan Tetap Menggunakan Trofi Ini hingga Setidaknya 2038
Berbeda dengan Trofi Jules Rimet yang pernah dimiliki secara permanen oleh Brasil, Trofi Piala Dunia FIFA karya Silvio Gazzaniga tidak akan pernah menjadi milik tetap negara mana pun.
FIFA menetapkan trofi asli tetap menjadi aset organisasi sehingga hanya digunakan dalam seremoni penyerahan gelar juara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








