Thomas Tuchel Tetap Kritis Meski Inggris Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Kami Bisa Bermain Lebih Baik!

AKURAT.CO, Timnas Inggris memang berhasil mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Norwegia 2-1. Namun, hasil tersebut belum sepenuhnya memuaskan pelatih Thomas Tuchel.
Pelatih asal Jerman itu justru melontarkan kritik terhadap performa anak asuhnya meski berhasil membalikkan keadaan melalui dua gol Jude Bellingham. Menurut Tuchel, Inggris masih jauh dari permainan terbaik yang diinginkannya.
Bertanding di Miami Stadium, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) waktu setempat, Inggris sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Andreas Schjelderup. The Three Lions baru mampu menyamakan kedudukan pada masa injury time babak pertama sebelum memastikan kemenangan pada babak tambahan.
Meski meraih hasil positif, Tuchel menilai timnya terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri selama pertandingan. Ia menegaskan kualitas permainan Inggris seharusnya bisa jauh lebih baik.
"Saya belum sepenuhnya puas dan tidak 100 persen senang dengan cara kami bermain. Saya tetap pada pendirian saya," kata Tuchel usai pertandingan.
Ia menjelaskan, para pemain terlalu sering kehilangan bola akibat kesalahan teknis. Situasi tersebut membuat ritme permainan Inggris tidak berkembang dan berdampak terhadap kepercayaan diri tim di lapangan.
Menurut Tuchel, Inggris semestinya mampu memainkan bola dengan tempo lebih cepat dan tampil lebih efektif saat memasuki sepertiga akhir pertahanan lawan.
"Saya pikir kami bisa bermain lebih cepat dan lebih klinis. Kami melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri serta kesalahan teknis yang mengurangi kepercayaan diri kami," ujarnya.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga mengakui keberuntungan ikut berpihak kepada timnya dalam pertandingan tersebut. Baginya, kemenangan tidak boleh membuat Inggris mengabaikan sejumlah kekurangan yang masih terlihat.
"Saya rasa kami cukup beruntung bisa memenangkan pertandingan ini," ucap Tuchel.
Komentar tersebut kemudian menjadi sorotan karena berbeda dengan pandangan Jude Bellingham. Sang gelandang merasa Inggris sudah menunjukkan perjuangan maksimal menghadapi Norwegia yang diperkuat pemain-pemain berkualitas seperti Erling Haaland, Martin Odegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sorloth.
Perbedaan pendapat itu sempat memunculkan spekulasi mengenai hubungan Tuchel dengan skuad Inggris. Sejumlah media Inggris bahkan mengaitkannya dengan potensi ketegangan di dalam tim menjelang semifinal.
Namun, Tuchel langsung membantah anggapan tersebut. Ia memastikan hubungan dengan seluruh pemain tetap harmonis dan tidak ada persoalan di ruang ganti.
"Banyak hal yang bisa kami lakukan lebih baik, tetapi tidak ada jarak antara saya dan tim ini, bahkan tidak satu persen pun. Hati saya penuh dan saya sangat mencintai para pemain serta tim saya," tegasnya.
Kini, fokus Inggris sepenuhnya tertuju pada laga semifinal menghadapi Argentina. Tuchel berharap timnya mampu memperbaiki performa agar bisa menjaga peluang membawa The Three Lions melangkah ke partai final Piala Dunia 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








