Festival Sepakbola Rakyat Palu Pengembangan Akar Rumput Sepakbola Indonesia

AKURAT.CO, Festival Sepakbola Rakyat kembali bergulir dan menyapa Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada 24–26 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pengembangan sepakbola usia dini yang sebelumnya telah digelar di Labuan Bajo dan Jakarta.
Berlokasi di Lapangan Gawalise Tipo, festival ini menghadirkan berbagai agenda, mulai dari edukasi kepelatihan hingga kompetisi usia muda.
Fokus utamanya adalah memperkuat fondasi sepakbola akar rumput (grassroot) di daerah.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan seminar kepelatihan yang menghadirkan pelatih Ricky Riskandi dan Fabio Oliviera.
Keduanya berbagi pengalaman serta wawasan kepada pelatih lokal terkait pengembangan pemain usia dini.
Ricky Riskandi menilai antusiasme masyarakat Palu cukup tinggi dalam menyambut kegiatan tersebut.
Ia melihat adanya potensi besar dari pelatih-pelatih muda di daerah yang bisa berkembang lebih jauh.
“Ini kegiatan positif untuk membangun grassroots sepak bola Indonesia. Tidak hanya soal permainan, tapi juga berdampak pada ekonomi daerah. Standarisasi pelatih di sini sudah cukup baik, tinggal bagaimana meningkatkan kualitas talenta pemain,” ujar Ricky melalui keterangan resminya, Senin (27/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelatih, pemain, dan orang tua dalam mendukung perkembangan pesepakbola muda di Sulawesi Tengah.
Rangkaian berikutnya diisi dengan coaching clinic yang diikuti ratusan anak dari berbagai Sekolah Sepakbola (SSB) di Palu dan sekitarnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ricky dan Fabio bersama pelatih lokal.
Fabio Oliviera mengaku terkesan dengan semangat para peserta yang datang dari berbagai daerah, bahkan di luar Kota Palu.
“Saya melihat banyak talenta di sini. Mereka punya semangat besar, bahkan rela datang dari jauh. Ini penting untuk membangun karakter dan membuka peluang mereka ke level yang lebih tinggi,” kata Fabio.
Festival ini kemudian ditutup dengan turnamen U-17 yang diikuti delapan akademi sepakbola lokal, di antaranya SSB Dharma Putra, Akademi Persipal, SSB Romet Towale, SSB Amor, SSB Aditama Bahari, Tadulako Soccer School, Gawalise Tipo, dan GPL Lembasada.
Pada laga final yang berlangsung Minggu (26/4/2026), SSB Aditama Bahari keluar sebagai juara setelah mengalahkan SSB Dharma Putra dengan skor 2-0.
Perwakilan penyelenggara dari Cuwitan Digital, Dyota Pratyaksa, menyebut tingginya partisipasi masyarakat menjadi catatan positif bagi pengembangan sepak bola usia muda.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus membuka ruang kompetisi serta meningkatkan pemahaman publik terhadap pembinaan pemain muda.
Festival Sepakbola Rakyat selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Makassar dan Manado sebagai bagian dari rangkaian pengembangan sepakbola usia dini di berbagai daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 7Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 830 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot




