Sering Berpindah-pindah Negara, Jordi Cruyff Mengaku tak Sulit Beradaptasi dengan Indonesia
Endarti | 11 Maret 2025, 20:15 WIB

AKURAT.CO, Jordi Cruyff telah resmi dipekenalkan sebagai penasehat teknis PSSI. Jordi menegaskan bahwa ia tidak akan mengalami kesulitan beradaptasi di Indonesia.
Jordi Cruyff diperkenalkan sebagai Penasehat Teknis PSSI di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (11/3). Jordi sendiri dia tiba di Indonesia pada Minggu (9/3) bersama Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Meski baru tiba di Indonesia, Jordi Cruyff mengaku tidak menemui kendala. Sebab dia memang sudah terbiasa berpindah-pindah dari satu negera ke negara lain.
"Memang saya sudah bermain dari usia muda, kemudian ayah saya juga pemain sepakbola. Saya sering berpindah-pindah negara, jadi saya bisa adaptasi dengan cepat di negara-negara yang saya datangi," ucap Jordi Cruyff di sela perkenalannya.
Jordi menilai Indonesia memiliki banyak potensi. Nantinya dia akan membuat formula terbaik untuk mengembangkan potensi terbaik pemain Indonesia.
"Saya sering mengamati, jadi saya bisa membuat formula terbaik untuk mengeluarkan potensi terbaik dalam pertimbangan. Jadi hal-hal yang biasanya saya lakukan pertama adalah menganalisis potensi, lalu melihat bagaimana bisa berkembang dari potensi itu," jelas Jordi Cruyff.
Jordi sendiri juga memiliki segudang pengalaman. Selepas menjadi pemain, ia memiliki pengalaman sebagai pelatih dan juga direktur teknik.
Baca Juga: Jordi Cruyff dan Patrick Kluivert Mendarat di Jakarta, Era Baru Sepakbola Indonesia Dimulai!
Jordi Cruyff pernah berkarier sebagai pelatih di Liga China, persisnya mengarsiteki klub Chongqing Dangdai Lifan pada kurun 2018-2019.
Jordi Cruyff juga pernah melatih Shenzhen FC pada periode musim 2020-2021 sebelum menjabat sebagai Direktur Olahraga Barcelona selama rentang 2022-2023.
"Saya rasa, salah satu poin kuncinya adalah perkembangan sepakbola yang bertumpu di pemain-pemain muda," kata Jordi Cruyff.
"Di Eropa, misalnya Barca, pemain banyak debut di usia 17-18 tahun. Tapi di balik itu, mereka sudah dikembangkan bertahun-tahun pemainnya sebelum bisa mencapai debut tersebut.
"Itu perlu dicontoh oleh Asia, bahwa pemain perlu diasah dari usia yang muda supaya ketika mereka sudah masuk usia debut, mereka memiliki kemampuan yang baik."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit






