AKURAT.CO, Timnas Indonesia bakal melakoni dua laga sulit di lanjutan grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia terlebih dahulu bakal menantang Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, 10 Oktober mendatang.
Dilanjutkan skuad Garuda menantang China di Stadion Qingdao Youth Football, Qingdao, China pada 15 Oktober.
Baca Juga: Latihan Pertama Timnas Indonesia di Bahrain, Shin Tae-yong Fokus Pemulihan dari Jetlag
Sadar dua laga ini tidak akan mudah, Timnas Indonesia sudah menyiapkan semua persiapan. Termasuk mengatasi semua hal yang bisa menghalangi perjalanan tim besutan Shin Tae-yong.
Diutarakan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, bahwa memang Timnas Indonesia sudah mengantisipasi segala kemungkinan.
Seperti halnya menghadapi Bahrain yang terkenal memiliki perilaku kurang apik saat menjamu para lawannya.
Salah satunya adalah para suporter Bahrain kerap menyerang pemain lawan dengan sorotan sinar laser.
Jepang menjadi korban serangan laser dari tribun penonton meski akhirnya Samurai Biru menang dengan skor 0-5 pada laga beberapa waktu lalu.
Sumardji menegaskan bahwa hal ini menjadi perhatian serius dan siap bersurat ke Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) jika Timnas Indonesia dirugikan karenanya.
“Ya terkait laser itu nanti saya sampaikan saat H-1. Saya sudah menyiapkan foto dan video para pemain Jepang yang akan kami sampaikan,” ucap Sumardji di Jakarta, Sabtu (5/10) lalu.
“Intinya saya tidak mau ada lagi laser di laga nanti. Kalau sampai ada saya minta harus ada hukuman berat untuk Bahrain.
“Karena memang hal ini bisa sangat mengganggu konsentrasi para pemain kami."
Sementara untuk laga melawan China, Sumardji mendapat laporan bahwa kualitas rumput lapangan Stadion Qingdao Youth Football kurang siap untuk menyelenggarakan pertandingan.
Baca Juga: Shin Tae-yong: Cuaca Bahrain Sejuk, Tidak Hambat Timnas Indonesia
Sumardji mengetahui kabar ini dari utusan PSSI yang sudah ditugaskan meninjau lokasi pertandingan.
Dari laporan yang didapat bahwa kualitas rumput lapangan masih belum layak untuk menggelar laga internasional.
“Apakah stadionnya itu benar-benar layak atau tidak? Itu catatan, jadi saya minta tolong teman-teman media juga untuk bisa cek sana," kata Sumardji.
"Karena apa? Karena dari tim kami yang datang ke sana, kondisi stadion itu, ya boleh dikatakan dari sisi rumput juga masih kurang bagus."
Hal ini tentu akan membuat risiko cedera bagi pemain akan semakin meningkat.
"Sudahlah, mau disiapin di mana saja tidak ada masalah. Tetapi yang menjadi catatan kami bahwa mungkin teman-teman media juga bisa nanti cek ya," kata Sumardji.
"Ini berdasarkan hasil report ke kami ya, mudah-mudahan ya dari teman-teman juga bisa update perkembangan di sana seperti apa."