Piala Amerika: Argentina Kritik Rumput Stadion Mercedes-Benz, Emiliano Martinez Sebut 'Bencana'

AKURAT.CO, Soal kualitas lapangan ternyata bukan permasalahan di stadion-stadion Indonesia saja. Lapangan untuk turnamen sekelas Piala Amerika 2024-juga dikenal dengan nama Copa America-ternyata juga mendapat kritik dari tim selevel Argentina.
Argentina menyatakan kekecewaan mereka atas kondisi lapangan Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, ketika mereka menghadapi Kanada di laga pembuka Piala Amerika atau Copa America 2024, Jumat (20/6) atau Sabtu pagi WIB.
“Kondisi lapangan seperti bencana,” kata Kiper Tim Nasional Argentina, Emiliano Martinez, usai laga pembuka Piala Amerika melawan Kanada sebagaimana dipetik dari ESPN.
Baca Juga: Berubah Pikiran, Lionel Scaloni Pilih Bertahan Bersama Timnas Argentina Selagi Masih Dibutuhkan
“Sangat banyak tonjolan. Kami harus memperbaiki (permainan) di aspek ini, sebaliknya, (jika tidak) Copa America akan selalu terlihat di bawah level Piala Eropa.”
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengatakan bahwa timnya cukup baik karena bisa menang 2-0 atas Kanada dengan kondisi lapangan yang tak sesuai standar.
Scaloni menganggap sulitnya laga melawan Kanada mirip seperti ketika timnya dikalahkan Arab Saudi di laga pembuka di Piala Dunia Qatar 2022. Sang pelatih membumbui perbandingan dengan pernyataan bahwa lapangan di Qatar lebih baik.
“Pertandingan (melawan Kanada) seperti (melawan) Arab Saudi di Piala Dunia, yang membedakan di satu pertandingan lapangannya bagus,” kata Scaloni.
Baca Juga: Piala Amerika 2024 Digelar di AS Mulai 20 Juni, Libatkan Enam Negara Concacaf
“Untung kami menang, jika tidak ini (kondisi lapangan) akan muncul sebagai alasan, tetapi mereka (penyelenggara) tahu tujuh bulan lalu bahwa kami akan bermain di sini dan mereka baru mengubah lapangan dua hari lalu.”
Lapangan Stadion Mercedes-Benz merupakan lapangan dengan rumput sintetis yang dilapisi rumput alami di bagian permukaan. Penyelenggara dikabarkan baru memasang rumput asli dua hari sebelum laga Argentina kontra Kanada.
Argentina sendiri baru bisa mencetak gol di babak kedua melalui Julian Alvarez di menit ke-49 dan Lautaro Martinez di menit ke-88. Mereka bahkan masuk ke lapangan sedikit terlambat di babak kedua yang dikritisi oleh Pelatih Kanada, Jesse Marsch.
“Kalau kami terlambat lima menit, kami akan didenda. Bakal jadi masalah besar,” kata Marsch. “Mari lihat apa yang terjadi dengan Argentina. Saya kira mereka harus didenda.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






