Akurat Logo

Blak-blakan! Exco PSSI Sebut Banyaknya Pemain Keturunan karena Pemain Lokal Butuh Panutan Mental

Endarti | 11 Mei 2024, 19:36 WIB
Blak-blakan! Exco PSSI Sebut Banyaknya Pemain Keturunan karena Pemain Lokal Butuh Panutan Mental
 

AKURAT.CO, Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengakui bahwa Timnas Indonesia saat ini masih memiliki sedikit kekurangan. Faktor utama yang disorot Arya adalah masalah mental para pemain lokal Timnas Indonesia.

Arya Sinulingga mengatakan bahwa PSSI mendatangkan para pemain keturunan untuk meningkatkan mental pemain lokal Timnas Indonesia.

“Kita juga enggak bisa kuat kalo enggak ada pemain senior. Makanya PSSI ambil (Jay) Idzes, (Ragnar) Oratmangoen, dan Thom (Haye)," ucap Arya Sinulingga dalam acara Diskusi Refleksi 94 Tahun PSSI di GBK Arena, Jakarta, Sabtu (11/4).

Baca Juga: Tak Berhenti di Maarten Paes, PSSI Kini Proses Naturalisasi Calvin Verdonk dan Jens Raven

"Hasilnya lawan Vietnam kita menang 1-0 di sini, tapi di Hanoi kita menang 3-0. Itu bukti anak muda perlu belajar dari senior”.

Selain naturalisasi, Arya menyebut banyak gebrakan yang dilakukan oleh PSSI di era kepengurusan Erick Thohir. 

Salah satu gebrakan yang dilakukan Erick Thohir adalah mendatangkan Argentina untuk melakoni laga FIFA Matchday melawan Argentina pada Juni tahun lalu.

Ini menjadi langkah besar yang dilakukan oleh sepakbola Indonesia. Sebab, kala itu Argentina baru saja menjadi juara Piala Dunia 2022.

Baca Juga: PSSI Bawa Kabar Maarten Paes Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia, Calvin Verdonk dan Jens Raven DIkebut Proses Naturalisasi

“Nah yang kurang dari Indonesia adalah mental. Makanya dikasih Argentina waktu itu,” ucap Arya Sinulingga.

“Emang ada mimpi kita lawan nomor satu dunia? Dulu ada candaan Indonesia enggak pernah dikalahkan Brasil dan lain-lain. Ya karena enggak pernah main lawan mereka."

Arya mengakui saat melawan Argentina mental para pemain masih terlihat gugup. Tak jarang mereka melakukan kesalahan dasar seperti salah umpan.

Meski begitu imbas melawan tim sekelas Argentina banyak mengubah mental para pemain Timnas Indonesia.

“Tapi kemudian dihadirkan Argentina juara dunia. Pemain kita lihat pemain Argentina passing aja, gugup.”

“Ernando (Ari) sangat terinspirasi lawan Argentina. Itu buat mentalnya berubah."

Selain mendatangkan lawan dengan level tinggi, Arya juga mengatakan PSSI mendatangkan para pemain keturunan juga untuk meningkat mental para pemain Timnas Indonesia.

“Tadi saya juga ketemu dengan Ernando, dia nanya 'kapan (Marteen) Paes masuk?' Saya tanya ke dia apa enggak takut tersaingi. Katanya 'aku enggak takut Pak. Aku malah mau belajar. Aku senang banget dia chat aku',” kata Arya.

“Itu kan artinya pemain muda Indonesia ini butuh panutan. Makanya PSSI terpaksa ambil pemain dari luar. Rafael (Struick) dan Marselino butuh panutan. Lino masih 19 tahun, jangan digebukin. Masih anak kecil, harus kita jaga."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H