Akurat

Profil Muhammad Sadad, Bos Erspo Jersey Timnas Indonesia yang Sempat Dikritik Shin Tae-yong

Shalli Syartiqa | 21 Maret 2024, 21:52 WIB
Profil Muhammad Sadad, Bos Erspo Jersey Timnas Indonesia yang Sempat Dikritik Shin Tae-yong

AKURAT.CO Baru-baru ini, Timnas Indonesia meluncurkan jersey baru hasil kolaborasi dengan merek pakaian lokal, Erspo.

Sebagai CEO Erigo, Jersey Erspo Timnas Indonesia dibuat oleh Muhammad Sadad.

Desain jersey Erspo timnas akan didominasi oleh warna merah dengan garis kerah model o-neck putih. Inspirasi untuk desain ini diambil dari jersey timnas Indonesia pada tahun 1981 ketika berhasil mengalahkan Jepang dalam pertandingan persahabatan.

Jersey Erspo ini akan menjadi seragam resmi Skuad Garuda untuk berkompetisi dalam berbagai ajang, mulai dari Piala AFF U-17 2024, Piala Asia U-23, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Meskipun demikian, jersey Erspo tersebut segera mendapat kritik pedas, salah satunya dari pelatih Shin Tae-yong.

Jersey itu telah dicoba dalam sesi latihan Timnas di Stadion Madya, pada Senin (18/3/2024).

Para pemain merasa bahwa jersey yang diproduksi oleh Erspo tidak cukup menyerap keringat.

"Pelatih Shin mengeluarkan protes karena ada beberapa hal yang tidak nyaman terkait dengan jersey latihan mereka," ungkap Kepala Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji.

Baca Juga: Waduh! Shin Tae-yong Komplain Jersey Latihan Anyar Timnas Indonesia Tak Serap Keringat

Sehubungan dengan itu, simak berikut profil Muhammad Sadad selaku bos jersey Erspo Timnas Indonesia.

Profil Muhammad Sadad

Erspo juga dikenal sebagai Erigo Sport merupakan sub-brand yang dimiliki oleh Erigo, salah satu merek fashion streetwear terkenal dari Indonesia.

Erigo dan Erspo didirikan oleh Muhammad Sadad, yang juga menjabat sebagai pemilik dan CEO Erigo.

Muhammad Sadad merupakan seorang pengusaha kelahiran Aceh pada 15 Juni 1990, mulai terlibat dalam dunia bisnis ketika masih menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Pada tahun 2010, Sadad mendirikan Erigo bersama teman-temannya, yang awalnya dikenal dengan nama Selected & Co.

Dengan modal Rp 50 juta, dia memutuskan untuk meninggalkan pendidikannya dan memulai bisnis.

Namun, nama merek Selected and Co ternyata sudah dipatenkan oleh orang lain, sehingga dia harus mencari nama baru untuk bisnisnya.

Pada tahun 2013, Sadad memutuskan untuk mengubah arah bisnisnya dan melakukan rebranding.

Dia memilih nama Erigo untuk merek bisnisnya dan membuka Erigo Store.

Melalui rebranding ini, Erigo mengadopsi konsep modern yang ditujukan untuk pasar anak muda di Indonesia.

Pada tahun 2015, Erigo mencatatkan omzet hingga miliaran rupiah.

Seiring berjalannya waktu, Erigo semakin dikenal di kalangan masyarakat dan menjadi salah satu merek fashion lokal dengan penjualan terbesar di platform daring.

Produk Erigo juga telah diekspor ke berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Tidak hanya fokus pada produk streetwear, Erigo juga memperluas jangkauannya dengan mendirikan sub-brand Erigo Sport atau Erspo yang berfokus pada produksi pakaian olahraga.

Erspo merupakan hasil kerjasama antara Erigo dan PSSI untuk memenuhi kebutuhan pakaian olahraga Timnas Indonesia.

Hal ini juga menunjukkan komitmen Erigo untuk masuk ke industri sportswear. 

Erspo berhasil meraih kontrak senilai Rp 16,5 miliar dengan PSSI untuk memasok pakaian olahraga bagi Timnas Indonesia.

 

 
 
 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.