Akurat Logo

PSSI Belum Juga Laksanakan Liga Wanita, Ini Penjelasan Erick Thohir

Leo Farhan | 20 Februari 2024, 19:30 WIB
PSSI Belum Juga Laksanakan Liga Wanita, Ini Penjelasan Erick Thohir

AKURAT.CO, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengambil langkah besar untuk kemajuan sepakbola wanita di Tanah Air. Yakni dengan menggaet pelatih asal Jepang, Satoru Mochizuki, dengan durasi kontrak dua tahun kedepan.

Langkah PSSI mendatangkan Satoru Mochizuki tak lain untuk menyiapkan Timnas Putri Indonesia yang akan berlaga di ajang Piala Asia Wanita U-17 2024 yang rencananya berlangsung di Bali, Indonesia, pada 6-16 Mei 2024 mendatang.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa ini adalah langkah awal sebelum Indonesia bisa menghadirkan kompetisi atau liga sepakbola wanita di tanah air.

Baca Juga: PSSI Gaet Satoru Mochizuki untuk Jalankan Cetak Biru 10 Tahun Sepakbola Putri Indonesia

Untuk bisa menghadirkan kompetisi sepakbola wanita, PSSI akan lebih dulu membentuk Kelompok Umur (KU). Diikuti training camp jangka panjang dan sekaligus membangun turnamen-turnamen mulai dari bawah  (U-15, U-12, dan U-10).

"Kita harus cari partnership untuk memulai membentuk kompetisi U-15. Kalau turnamennya stabil, baru kita bisa mendorong liga wanita, karena talent-nya sudah ada," beber Erick Thohir di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

"Kalau ditanya liga wanita kapan, memang saya menjanjikan. Tapi tidak besok, sistemnya harus berjalan, baru bisa. Percuma juga bikin Liga 1 wanita jalan tapi tertutup, yang penting kita bikin grassroot dulu, baru liga wanitanya kita jalankan."

Erick menegaskan bahwa PSSI tidak mungkin membentuk liga wanita dengan sistem kompetisi yang belum berjalan dengan maksimal.

Baca Juga: Sah! PSSI Rekrut Pelatih Jepang Juara Piala Dunia Tangani Timnas Indonesia Putri

Jika kompetisi sudah bisa berjalan dengan stabil, ia akan memastikan bahwa liga wanita ini nantinya juga akan mendapatkan bantuan dari liga-liga yang sudah berjalan.

Selain itu, Erick Thohir mengatakan bahwa pihaknya akan terbuka untuk pemain diaspora perempuan. Namun ia menekankan bahwa tidak boleh ada dikotomi antar pemain nasional dan naturalisasi/diaspora.

"Bahwa kita memang membangun Timnas itu dengan siapapun yang ingin membawa Merah Putih juara. Kalau tidak kita akan terpecah terus sebagai bangsa," kata Erick Thohir menjelaskan.

"Sepakbola itu untuk persatuan, bukan perpecahan. Diaspora memang tidak kita tolak, tetapi pembinaan tetap harus kita lakukan. Kita di PSSI sepakat, naruralisasi yang kita lihat harus ada perbaikan."

Mantan Presiden Inter Milan itu juga mengatakan naturalisasi adalah untuk kepentingan Timnas Indonesia sembari mendorong pembinaan para pemain di liga dalam negeri maupun di liga luar negeri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H