Akurat Logo

Piala Dunia U-17: Dikalahkan Prancis Setelah Kartu Merah, Pelatih Mali Sebut Timnya Kurang Beruntung

Leo Farhan | 29 November 2023, 12:14 WIB
Piala Dunia U-17: Dikalahkan Prancis Setelah Kartu Merah, Pelatih Mali Sebut Timnya Kurang Beruntung
 
AKURAT.CO, Timnas Mali U-17 harus mengakui ketangguhan Timnas Prancis U-17 pada laga semifinal Piala Dunia U-17 2023.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Manahan, Surakarta, Selasa (28/11/2023), The Eagles muda kalah dengan skor 1-2. Petaka terjadi setelah mereka bermain dengan sepuluh orang.

Padahal, Timnas Mali U-17 mampu unggul 1-0 lebih dulu lewat gol pembuka dari Ibrahim Diarra pada akhir babak pertama tepatnya di menit ke-45+4.
 
Baca Juga: Piala Dunia U-17: Petaka Kartu Merah Souleymane Sanogo, Mali Kalah 1-2 Atas Prancis Setelah Unggul

Sayang di awal paruh kedua, Timnas Mali U-17 harus mendapat hukuman setelah Souleymane Sanogo diusir keluar lapangan pada menit ke-55.

Bermain dengan sepuluh pemain membuat penampilan Mali pincang. Hal itu dimanfaatkan oleh Prancis dengan menciptakan dua gol balasan.

Yvann Titi mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-56 sebelum Ismail Bouneb memastikan kemenangan Les Bleus pada menit ke-69.

"Meski sulit, tapi kami tetap berusaha menciptakan beberapa kesempatan untuk menyamakan kedudukan," kata pelatih Timnas Mali U-17, Soumaila Coulibaly.

"Tapi sayang, kami tidak bisa melakukan yang terbaik. Saya pikir kami hanya tidak beruntung kali ini."
 
Baca Juga: Piala Dunia U-17: Mali Bakal Pertahankan Intensitas Untuk Nodai Clean Sheet Prancis Nanti Malam

Menurut Coulibaly, andai pemainnya tidak diusir dan hanya mendapat kartu kuning, hasil akhir laga semifinal ini akan cukup berbeda.

Tetapi, meski kalah dan gagal untuk bisa menembus final untuk pertama kalinya, The Eagles cukup gembira dengan hasil ini.

Coulibaly menilai secara keseluruhan timnya mampu bermain dengan cukup baik sepanjang turnamen hingga mampu melangkah ke babak semifinal.

Di lain sisi, pelatih Prancis, Jean-Luc Vannuchi, mengatakan bahwa laga melawan tim Afrika itu adalah pertandingan yang sudah diperkirakan bakal berjalan alot.

Jean-Luc Vannuchi sangat puas dengan apa yang ditampilkan pasukannya di atas lapangan dalam mengimbangi permainan cepat Mali.

"Saat kami kebobolan di pertengahan babak pertama, rasanya sangat sulit," kata Jean-Luc Vannuchi selepas laga.

"Tapi kami tetap optimistis karena saat melawan Spanyol kami juga tertinggal lebih dahulu. Semua yang kami persiapan dalam latihan sesuai dengan yang kami perkirakan.

"Kami tidak khawatir. Karena kami hanya mengubah satu pemain di sayap untuk mengubah kecepatan dan lihat bagaimana kami bereaksi tadi."

Di partai puncak, Prancis U-17 akan bertemu Jerman U-17 di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (2/12/2023).

Sementara Mali U17 akan menantang Argentina U17 untuk perebutan tempat ketiga, satu hari sebelum laga final atau Jumat (1/12/2023).[]
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H