Gara-Gara Pindah Ke Arab Saudi, Jordan Henderson Dianggap Tak Lagi Dukung LGBTQ

AKURAT.CO, Kepindahan Jordan Henderson dari Liverpool ke klub Arab Saudi, Al Ettifaq, ternyata memicu kritik dari komunitas LGBTQ. Henderson dianggap bukan lagi pendukung gerakan LGBTQ dengan keputusannya untuk hijrah ke gurun Arab setelah bermain untuk Liverpool selama 12 musim.
Kritik ini salah satunya disampaikan oleh mantan pesepakbola asal Jerman yang pernah bermain di Liga Primer, Thomas Hitzlsperger. Menurut Hitzlsperger yang mengakui secara terbuka bahwa ia seorang gay pada 2014, keputusan hengkang ke Arab Saudi menodai aliansi Jordan Henderson dengan komunitas LGBTQ.
“Jadi, Jordan Henderson akhirnya pindah ke Arab Saudi. Cukup adil untuknya, dia bisa bermain di manapun dia ingin bermain,” tulis Hitzlsperger di akun media sosialnya sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“(Saya) sungguh penasaran bagaimana citra baru JH (inisial Henderson) bakal terlihat. Yang lama sudah mati! Saya dulu pernah percaya bahwa dukungannya untuk (emoji rainbow simbol LGBTQ) benar-benar tulus. Konyol bagi saya.”
Jordan Henderson memang diketahui salah satu pesepakbola terkemuka yang vokal mendukung LGBTQ. Termasuk dengan kerap mengenakan ban kapten berwarna pelangi simbol LGBTQ semasa masih bermain untuk Liverpool.
Kritik ini datang kepada Henderson karena Pemerintah Arab Saudi dikenal tidak menerima komunitas LGBTQ. Di negara Timur Tengah tersebut, kaum homoseksual dianggap ilegal dan sanksinya adalah hukuman mati.
Respons serupa juga datang dari kelompok suporter LGBTQ Liverpool, Kop Outs. Dalam pernyataan resminya, Kop Outs menyebut bahwa kepindahan Henderson ke Arab Saudi “menyakiti dan memecah-belah”.
“Kami sangat kecewa dengan keputusannya dan atas rasa sakit serta pemecah-belahan yang diakibatkannya,” kata Kop Outs.
Jordan Henderson pindah ke Al Ettifaq dalam gelombang eksodus pemain Eropa ke Arab Saudi di bursa transfer musim panas ini. Keputusannya untuk menerima tawaran tersebut diyakini karena eks Kapten Liverpool, Steven Gerrard, adalah pelatih anyar di klub tersebut.
Gelandang berusia 33 tahun itu meneken kontrak selama tiga musim untuk bermain di Arab Saudi. Pemain Tim Nasional Inggris tersebut mendapat bayaran besar 700 ribu per pekan atau setara Rp13,5 miliar.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon




