AKURAT.CO, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita memberikan syarat kepada Persib Bandung untuk bisa menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai markas di Liga 1 Indonesia 2022-2023.
Sebagaimana diketahui, Persib memilih Stadion GBLA untuk jadi kandang di Liga 1 musim depan. Namun, keputusan ini sempat menjadi tanda tanya buntut insiden penyelenggaraan Piala Presiden 2022 pada 27 Juni lalu.
Dalam pertandingan Persebaya Surabaya kontra Persib di Stadion GBLA, terdapat penonton yang memaksa masuk ke stadion. Kejadian itu mengakibatkan dua Bobotoh meninggal dunia.
Namun, keinginan Persib untuk menggunakan Stadion GBLA kini mulai mendekati kenyataan. Sebab, PT LIB sudah mulai mengeluarkan lampu hijau, selama klub asal Bandung, Jawa Barat itu bisa membenahi pekerjaan rumah yang disyaratkan.
"Soal GBLA, kami intens komunikasi juga, mereka lagi berbenah. Mudah-mudahan selesai sebelum dipakai Liga 1, tapi kemungkinan kami akan komunikasi dan cek terus ke sana," kata Akhmad Hadian Lukita ketika ditemui di Gedung Kemenpora, Selasa (19/7).
"Sebetulnya tinggal penanganan keramaian saja, karena areanya kan terbuka ya. Ini bagaimana cara mereka menangani, mereka harus memberikan informasi pada kami."
Selain itu, kata Lukita, izin kepolisian juga menjadi suatu kewajiban yang harus didapat oleh Persib.
"Namun kembali izin kepolisian juga penting. Mereka akan memberi rekomendasi. Kalau polisi kasih izin, boleh. Kalau tidak, ya Persib harus pindah," tambahnya.
Perihal izin kepolisian, Persib sendiri mungkin bisa lebih tenang. Sebab, mengutip dari kantor berita Antara, Polda Jawa Barat memberi izin kepada klub Persib Bandung untuk menggunakan Stadion GBLA untuk mengarungi Liga 1 Indonesia 2022-2023.
Meski diizinkan, nantinya Stadion GBLA hanya bisa dihadiri penonton atau suporter sebanyak 75 persen dari total kapasitas, menyesuaikan dengan aturan PPKM. Adapun Stadion GBLA tercatat dapat menampung sebanyak 38 ribu penonton jika terisi penuh.
"Beberapa poin di antaranya dilaksanakan di Stadion GBLA. Penggunaan GBLA disesuaikan dengan rekomendasi dari PUPR," kata Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo.
"Sehingga kami menyesuaikan 75 persen dari kapasitas sepenuhnya. Sehingga bisa menampung 29 ribu.”[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





