AKURAT.CO, Dani Alves saat ini tengah menganggur, usai menyelesaikan tugas singkat keduanya di Barcelona setelah bermain dalam enam bulan pertama di tahun 2022.
Kontrak bek berusia 39 tahun itu tidak diperpanjang pihak klub sebulan yang lalu, dan perjalanan pemain asal Brasil itu di Camp Nour sekarang secara resmi telah berakhir.
Walau Alves bersyukur atas kesempatan untuk kembali, dia juga mengkritik manajemen Blaugrana sehubungan dengan cara dia meninggalkan tim asal Katalan tersebut.
Alves membongkar keadaan klub secara keseluruhan, tidak hanya dalam hal bagaimana menangani kepergiannya, tetapi secara umum menangani bagaimana 'bisnis' di klub asal ibukota Katalan tersebut dilakukan.
"Saya tidak pergi dengan kesedihan. Saya pergi dengan senang bisa kembali ke Barcelona. Saya bermimpi selama lima tahun ini ingin merasakan momen kedua (di Barcelona). Satu-satunya hal yang saya tidak sukai adalah bagaimana kepergian saya ditangani," kata Alves dikutip The Guardian.
"Klub ini telah berbuat dosa dalam beberapa tahun terakhir. Barcelona tidak peduli dengan orang-orang yang membuat sejarah bagi klub. Sebagai seorang Cules (fans Barcelona), saya ingin Barcelona melakukan hal yang berbeda."
"Saya tidak berbicara tentang diri saya sendirim karena situasi saya adalah skenario yang berbeda. Saya sangat berterima kasih kepada Xavi dan presiden karena telah membawa saya kembali."
Itu merupakan kata-kata yang menohok bagi manajemen Barcelona. Dan itu membawa tingkat bobot yang sama sekali berbeda ketika kata-kata tersebut datang dari seseorang yang telah melakukan banyak hal untuk klub seperti yang dilakukan Dani Alves.
Barcelona secara harfiah memburuk selama dekade terakhir di bawah kepresidenan Josep Maria Bartomeu yang menghancurkan hampir semua yang seharusnya dipertahankan klub. Sementara Joan Laporta belum benar-benar melakukan pekerjaan terbaik di tahun pertamanya bertugas sebagai presiden klub.
"Barcelona saat ini penuh dengan pemain-pemain muda dengan ide-ide luar biasa di lapangan. Namun perlu meningkatkan kerja di luar lapangan. Pola pikirnya sangat bertolak belakang dengan apa yang kami bangun beberapa tahun lalu," jelas Alves mengomentari klub raksasa asal Katalan tersebut.
"Segala sesuatu yang terjadi di lapangan adalah cerminan dari apa yang terjadi di luar. Saya mendukung Barcelona untuk kembali ke puncak, tapi itu sangat rumit. Sepak bola harus seimbang, ini adalah permainan kolektif, dan itu telah ditinggalkan Barcelona."[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK





