Sukses Bikin Kejutan di Piala Afrika, Ternyata Ini Rahasia Gambia

AKURAT.CO Gambia jadi salah satu negara yang tak disangka-sangka mampu melaju jauh ke perempat final Piala Afrika 2021. Gambia berhasil mengalahkan Guinea pada fase 16 besar di Stadion Kuekong, Kamerun pada Selasa (25/1/2022) dini hari WIB.
Prestasi Gambia ini terbilang sensasional, mengingat statusnya di turnamen ini merupakan debutan, dan negara yang menjadi partisipan dengan wilayah teritorial paling kecil.
Sementara di fase grup, Gambia berhasil mengalahkan Mauritania dan Tunisia serta bermain imbang saat bertemu dengan Mali. Kiper Timnas Gambia Modou Jobe, mengatakan bahwa menjadi underdog di turnamen ini sangat membantu mereka untuk memenangkan tiap laga.
Jobe yang bermain untuk Black Leopards di divisi kedua liga Afrika Selatan itu menjelaskan, rekan-rekan setimnya bermain lepas karena mereka tampil sebagai seorang debutan di Piala Afrika kali ini.
“Datang ke Afcon ini adalah pencapaian besar bagi seluruh bangsa dan tim. Kami adalah tim yang penuh dengan talenta yang sangat lapar dan bertekad juara,” kata Jobe seperti dilansir dari IOL.
“Kami juga memiliki beberapa pemain berpengalaman yang bisa membimbing para pemain muda. Rahasianya adalah kami bermain sebagai tim dan kami berjuang untuk satu sama lain." tuturnya.
“Tim kami fokus dengan baik secara mental dan fisik siap untuk semua tantangan. Datang ke turnamen ini, kami underdog dan kami menerimanya, tetapi di lapangan, kami bisa melakukan lebih baik daripada negara lain.” ungkap dia.
Dengan tantangan berat melawan Kamerun di perempat final, kiper berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa mereka tak peduli dengan status tuan rumah. Meski demikian, Jobe menegaskan Gambia tetap tidak akan memandang remeh lawan di turname ini.
“Sekarang kami berada di perempat final dan kami akan menghadapi Kamerun. Ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah. Kami akan menghormati mereka sebagai tim dan sebagai negara tuan rumah," katanya.
“Kamerun adalah salah satu yang terbaik dan terkuat di benua ini. Jadi kami akan menghormati mereka. Ini tidak akan menjadi pekerjaan mudah bagi kami. Mereka adalah negara tuan rumah." ungkapnya.
Dengan bermodalkan pemain Bologna, Musa Barrow, dan murid Jeso Mourinho di AS Roma, Ebrima Darboe, Jobe yakin timnya akan tetap menyulitkan Kamerun di laga kali ini.
"Kami akan memberi mereka permainan yang sulit meskipun kami menghormati mereka.” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dukungan yang mereka terima dari Presiden Gambia Adama Barrow juga menginspirasi mereka untuk tampil baik.
“Kami bermain sesuai potensi kami. Kami tahu bahwa dengan kerja keras dan tekad, kami bisa melangkah jauh di turnamen ini." kata dia.
“Ketika kami tumbuh dewasa, kami menonton turnamen (di TV) dan sekarang kami bermain di dalamnya itu adalah motivasi besar bagi kami semua. Seluruh negara mendukung kami dari presiden, dan itu memberi kami banyak motivasi, terutama dukungan dari presiden dan negara memberi kami.” tukas Jobe.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta




