AKURAT.CO, Bos Manchester City, Khaldon Al Mubarak ingin klub berdamai dengan badan sepakbola Eropa (EUFA). Hubungan kedua belah pihak sedikit retak setelah UEFA melarang City berkompetisi di Eropa karena melanggar financial fair play (FFP).
UEFA pada Februari lalu melarang City berkompetisi di Eropa selama dua musim karena melanggar FFP. Namun, hukuman itu dianulir Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) bulan lalu setelah City membuat banding.
Meski demikian, City tetap harus membayar denda sebesar 10 juta Euro (Rp 172 miliar). Ini membuat City sempat mengeluarkan kecaman, tetapi Khaldon dalam wawancara Senin (24/8) kemarin, mengeluarkan pernyataan yang bernada damai.
“Hidup ini terlalu singkat untuk menyimpan dendam. Ini adalah kompetisi penting. Ini adalah salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia olahraga dan ini adalah kompetisi yang ingin kami menangkan,” ujar Khaldon, dilansir dari Reuters.
Dalam keputusannya, EUFA menyebut bahwa City terbukti mengakali laporan keuangannya dengan menaikkan angka pada pendapatan dari sponsor sehingga harus dihukum dua musim absen dari Eropa.
Keberatan dengan keputusan UEFA itu, City pun bergerak membuat banding. Banding tersebut kemudian dikabulkan CAS sehingga City tetap berhak bermain di Eropa pada musim yang akan datang.
Dalam keputusannya, CAS menyebut bahwa City tidak terbukti melanggar aturan FFP seperti dituduhkan oleh UEFA. City hanya dianggap melakukan kesalahan karena tidak mau bekerja sama dengan pihak berwenang di UEFA.
Khaldon mengatakan permasalahan yang sempat memanas itu harus dilupakan. Dia mengatakan sebaiknya pihaknya memilih fokus pada target City menjuarai Liga Champions setelah musim ini mereka gagal di babak perempat final.
“Ini adalah kompetisi yang harus kami hormati agar bisa menjuarainya. Dan ini adalah tantang, di belakang kami, akhir cerita sejauh yang saya ketahui, saya fokus pada satu hal,” kata Khaldon.
“Bagaimana saya dapat membantu klub ini bersaing dalam kompetisi ini dan memenangkannya dan bagaimana memiliki hubungan yang konstruktif dengan UEFA, saya pikir itu satu-satunya menjuarainya.”
City saat ini sudah sibuk di bursa transfer. Tim berjuluk The Citizen itu sudah mendatangkan bek Nathan Ake dari Bournemouth dengan harga dilaporkan 40 juta poundsterling (Rp 766 miliar).
Selain itu, The Citizen juga sudah mendaratkan pemain Ferran Torres dari Valencia. Pemain sayap Spanyol berusia 20 tahun itu dilaporkan dibeli dengan mahar 20 juta poundsterling atau setara Rp 383 miliar.
Walau demikian, City tampaknya masih akan memperkuat skuat mereka di jendela transfer musim panas ini. Ada sejumlah wajah baru disebut-sebut akan segera merapat ke Etidah Stadium.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi





