Akurat Logo

Pemiliknya Dipenjara, Klub Liga Super China Bangkrut Bubarkan Diri

Riandar Fata Hudaya | 12 Mei 2020, 21:05 WIB
Pemiliknya Dipenjara, Klub Liga Super China Bangkrut Bubarkan Diri

AKURAT.CO, Klub Liga Super China yang pernah dilatih oleh legenda Italia, Fabio Cannavaro, Tianjin Tianhai, mengumumkan kebangkrutan dan membubarkan diri. Kebangkrutan ini disebabkan kesulitan membayar tagihan sejak mantan pemilik klub, Shu Yuhui, ditahan dan akhirnya dipenjara.

“Karena situasi keuangan yang tak berkelanjutan, klub tidak lagi mampu mempertahankan operasi normal,” kata Tianjin dalam pernyataan resminya sebagaimana dipetik dari Reuters.

“Setelah masa pertimbangan yang sangat dipikirkan… klub tidak punya pilihan melainkan secara formal mengumumkan bahwa Tianjin Tianhai dibubarkan.”

Didirikan di kawasan Inner Mongolia, China, pada 2006, Tianjin merupakan salah satu klub paling ambisius dalam “demam emas” sepakbola negara tersebut. Selain merekrut Fabio Cannavaro sebagai pelatih pada 2016, Tianjin juga pernah membeli bintang asal Brasil, Alexandre Pato, dan penggawa Tim Nasional Belgia, Axel Witsel.

Bersama Pato dan Witsel, Tianjin mencetak sejarah dengan lolos ke Liga Champions Asia untuk kali pertama pada 2017. Pada masa itu, Pato menjadi bintang dengan mencetak 15 gol.

Sang pemilik, Shu Yuhui, ditahan sejak awal 2019 dengan tuduhan pemasaran palsu serta penyelewengan sistem penjualan piramid (semacam multi level marketing). Pada Januari tahun ini, pemilik perusahaan medis tradisional China itu dihukum sembilan tahun penjara dan didenda sebesar 50 juta Yuan (sekitar Rp105 miliar).

Dengan bubarnya Tianjin, maka klub yang tadinya turun kasta, Shenzhen FC, akan kembali ke Liga Super China. Kompetisi Negeri Tirai Bambu – julukan China – sendiri dijadwalkan bermula pada 22 Februari lalu namun ditunda untuk waktu yang belum ditentukan karena wabah virus corona (Covid-19).[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.