Akurat

Benfica vs Real Madrid: Jose Mourinho Sebut Timnya Bersiap Hadapi 'Sang Raja yang Terluka'

Hervin Saputra | 16 Februari 2026, 19:40 WIB
Benfica vs Real Madrid: Jose Mourinho Sebut Timnya Bersiap Hadapi 'Sang Raja yang Terluka'

AKURAT.CO, Pelatih Benfica, Jose Mourinho, bersiap untuk pertarungan sulit menghadapi Real Madrid di play-off Liga Champions 2025-2026. Mou menyebut Madrid akan datang sebagai “raja yang terluka”.

Pernyataan ini disampaikan Jose Mourinho tak lain karena Real Madrid dikalahkan secara dramatis oleh Benfica pada pertandingan terakhir fase penyisihan Liga Champions.

Pada duel di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal, 28 Januari lalu, itu, Benfica menang 4-2 sekaligus memaksa Real Madrid harus menempuh play-off di Liga Champions musim ini.

Baca Juga: Undian Play-Off Liga Champions: Real Madrid Jumpa Benfica Lagi, PSG Lawan AS Monako

“Mereka terluka. Dan seorang raja yang terluka berbahaya,” kata Jose Mourinho sebagaimana dipetik dari BBC.

Benfica akan bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu pada leg pertama play-off pada Selasa (17/2). Mou bertekad untuk mengulang capaian saat mengalahkan Madrid di penyisihan pada laga besok.

“Kami akan memainkan leg pertama dengan kepala kami, ambisi, dan keyakinan. Kami tahu apa yang sudah kami lakukan kepada raja Liga Champions,” kata Mourinho.

Benfica sejatinya di ambang ketersingkiran saat menghadapi Madrid. Bahkan sekalipun mereka unggul 3-2 karena butuh satu gol lagi untuk mendapatkan posisi di jajaran play-off.

Baca Juga: Anatoly Trubin, Kiper Jangkung Benfica dari Ukraina Sang Penjebol Gawang Madrid

Drama memuncak ketika kiper Benfica, Anatoliy Trubin, maju ke area pertahanan Madrid dalam skema sepakan bebas di menit akhir untuk mencetak gol melalui sundulan untuk skor 4-2.

Pun demikian, Mourinho mengisyaratkan bahwa ia tidak akan memerintahkan Trubin untuk melakukan hal sama di penyisihan pada pertandingan play-off melawan Madrid besok.

“Trubin tidak akan menyerang di Stadion Da Luz. Saya sudah terbiasa dengan pertandingan-pertandingan (dua leg) semacam ini,” kata Mourinho.

Hal lain yang menjadi “bumbu” dalam pertandingan Madrid vs Benfica tentu saja karena faktor Mourinho sebagai eks pelatih klub raksasa Spanyol tersebut.

Mourinho bekerja sebagai pelatih Madrid dalam periode paling intens di sejarah sepakbola Spanyol pada 2010-2013. Ia meninggalkan satu gelar La Liga dan satu Piala Raja untuk Los Blancos.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.