Media Asing Soroti Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Kaitkan dengan Tragedi Kanjuruhan

AKURAT.CO, Bagi komunitas sepakbola internasional, partisipasi Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 tampaknya tak hanya dilihat sebagai peluang menciptakan sejarah.
Namun juga dihubungkan dengan rentang waktu sejak tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 suporter pada pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya, tepat tiga tahun yang lalu.
Media yang berbasis di Inggris, The Guardian, misalnya, menurunkan artikel bertajuk “Three Years on from Stadium Disaster, Indonesian Football has A Positive Story to Tell.”
Baca Juga: Ini Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia Hadapi Arab Saudi dan Irak, tanpa Marselino Ferdinan
Ditulis oleh John Duerden, judul kolom tersebut bisa diartikan secara sederhana dalam Bahasa Indonesia dengan “Tiga Tahun Sejak Bencana di Stadion, Sepakbola Indonesia Punya Kisah Positif untuk Diceritakan.”
Kisah positif itu jelas peluang Garuda untuk lolos ke Piala Dunia 2026 jika bisa memuncaki klasemen putaran keempat bersaing dengan Arab Saudi dan Irak–lolos untuk pertama kali dalam sejarah sejak Indonesia merdeka.
Peluang ini, oleh The Guardian dilihat sebagai pertanda positif dengan sejumlah besar masalah yang belum selesai di sepakbola Indonesia. Salah satunya adalah kualitas Super League yang saat ini masih tercecer di peringkat keenam Asia Tenggara.
Juga dengan larangan suporter tandang sebagai imbas tragedi Kanjuruhan. Beberapa klub, tulis Duerden, juga masih bermasalah dengan telatnya pembayaran gaji pemain serta pelatih.
Baca Juga: Waduh! Pemain yang Bermain di Eropa Bakal Telat Gabung Timnas Indonesia Jelang Putaran 4
“Masih ada sejumlah masalah dan meskipun Piala Dunia tidak menyelesaikan semuanya, ini akan menjadi satu tanda–dan yang terbesar–kemajuan sejak hari terkelam tiga tahun lalu,” tulis The Guardian.
Pertandingan melawan Arab Saudi pada Rabu (8/10) dan Irak pada Sabtu (11/10) yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, juga disebut sebagai ujian terbesar dalam karier kepelatihan Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Terutama karena Patrick Kluivert datang ke Arab Saudi dengan jadwal yang tak ideal. Yakni tim tuan rumah mendapatkan libur enam hari di antara dua laga sementara Indonesia dan Irak memainkan dua laga dengan jeda tiga hari.
“Eks penyerang Barcelona ini dilihat lebih baik untuk tim yang pada dasarnya (berisi pemain dari Eropa) dan berkomunikasi dengan Bahasa Belanda atau Inggris,” tulis The Guardian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








