Tragis, Bek Muda Klub Afrika Selatan Tewas Ditembak dalam Perampokan Mobil

AKURAT.CO, Pesepakbola Afrika Selatan, Luke Fleurs, tewas ditembak dalam peristiwa perampokan mobil. Bek klub Liga Afrika Selatan, Kaizer Chiefs, itu meninggal dunia dalam usia 24 tahun.
Sebagaimana dikabarkan BBC, penembakan Luke Fleurs terjadi di sebuah pangkalan pengisian bahan bakar di Florida–sebuah kota di pinggir ibukota Afrika Selatan, Johannesburg, Rabu (3/4) malam.
Luke Fleurs sedang menunggu di mobilnya untuk mengisi bahan bakar ketika ia didekati oleh beberapa pria bersenjata tak dikenal. Oleh mereka, Fleurs diminta untuk keluar dari mobil sebelum melakukan penembakan.
Baca Juga: Piala Afrika: Pantai Gading dan Afrika Selatan Susul Nigeria dan Kongo ke Semifinal
“Mereka menodongkan senjata terhadapnya (Fleurs) dan memintanya keluar dari mobil, dan kemudian menembaknya sekali di tubuh bagian atas,” kata juru bicara Kepolisian Gauteng, Afrika Selatn, Letnan Kolonel Mavela Masondo.
Kaizer Chiefs–salah satu klub paling populer di Afrika Selatan dengan 12 kali gelar liga domestik–menyebut kematian Fleurs tragis. Klub mengatakan bahwa polisi sudah melakukan komunikasi dengan mereka untuk kasus ini.
”Dengan kesedihan yang besar kami mengumumkan bahwa pemain Kaizer Chiefs, Luke Fleurs, kehilangan nyawanya secara tragis semalam pada saat insiden perampokan di Johannesburg,” tulis Kaizer Chiefs di akun X resminya.
“Semoga jiwanya yang terkasih beristirahat dalam damai.”
Lahir di Capetown, Afrika Selatan, 3 Maret 2000, Luke Fleurs memulai karier profesionalnya di Ubuntu Capetown pada 2017. Ia menghabiskan lima musim di SuperSport United dan hijrah ke Kaizer Chiefs sejak 2023.
Pemain dengan posisi bek ini juga pernah tergabung dengan Tim Nasional Afrika Selatan U-23 yang bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.
Kematian Fleurs juga membuat seluruh pertandingan di kompetisi kasta tertinggi dan kedua di Afrika Selatan melakukan pengheningan cipta pada pertandingan akhir pekan ini.
“Kami bangun mendengar berita yang menghancurkan dan mematahkanhati atas perginya kehidupan anak muda ini,” kata Presiden Asosiasi Sepakbola Afrika, Danny Jordaan.
“Ini adalah kehilangan besar bagi keluarganya, teman, rekan setim dan sepakbola secara umum.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









