Jelang Semifinal Super Spanyol, Barcelona Ingatkan Suporter LGBTQ Konsekuensi Hukum di Arab Saudi

AKURAT.CO, Bermain di Arab Saudi untuk semifinal Piala Super Spanyol membuat Barcelona mesti memberikan peringatan khusus terhadap suporternya yang hendak datang ke negeri Timur Tengah tersebut. Terutama untuk suporter dari kelompok LGBTQ+.
Sebagaimana dikabarkan The Guardian, peringatan tersebut diumumkan Barcelona melalui panduan untuk suporter asing yang datang ke Arab Saudi melalui laman resminya.
Secara tegas, Barcelona bahkan mewanti-wanti suporter mereka bahwa sebarang tindakan yang dianggap tidak menghormati nilai-nilai lokal bisa berakibat sanksi hukum.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Eropa Malam Ini: Barcelona vs Osasuna, Juventus vs Frosinone
“Perilaku tak pantas, termasuk sebarang tindakan sikap seksual, bisa mengakibatkan konsekuensi hukum yang keras terhadap para orang asing,” tulis Barcelona dalam pengumumannya.
“Hubungan seks sejenis juga bisa mendapatkan hukuman keras, juga terhadap aksi mempertunjukkan dukungan terhadap LGBTQ, bahkan di media sosial.”
Barcelona akan menghadapi Osasuna di semifinal Piala Super Spanyol di Stadion Al Awwal Park, Riyadh, Arab Saudi, Kamis (11/1) atau Jumat dini hari WIB nanti.
Sehari sebelumnya di tempat yang sama digelar pula semifinal antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Madrid menang dengan skor 5-3 dan mengunci satu posisi di partai puncak.
Peringatan Barcelona terhadap kelompok LGBTQ ini mendapat kritik dari organisasi pembela hak asasi manusia, Human Rights Watch. Menurut mereka, Barcelona tak cukup melindungi suporter dan kurang memiliki kerangka kerja hak asasi manusia.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Barcelona vs Osasuna: Robert Lewandowski Tumpuan Blaugrana
“Pemberitahuan ini merupakan pengingat bahwa tidak ada kerangka kerja hak asasi manusia untuk penggemar, pemain, dan jurnalis atau siapapun yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk acara olahraga,” kata Direktur Inisiasi Global Human Rights Watch, Minky Worden.
“Ini adalah masalah utama dan apa yang dibutuhkan adalah pemeriksaan tuntas untuk mengetahui risiko yang bakal dihadapi orang-orang.”
Arab Saudi merupakan salah satu negara dengan pelanggaran hak asasi manusia paling disorot. Negara ini juga dituduh menggunakan olahraga untuk mencuci (sportwashing) citra pelanggaran HAM tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Saudi menggelar sejumlah acara olahraga kelas dunia seperti tinju, F1, dan sepakbola. Mereka juga tercatat sebagai pengusul tunggal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana








