Akurat Logo

PSSI Dapat Rp250 Miliar, Erick Thohir Sebut Masih Sepersepuluhnya Jepang

Leo Farhan | 28 September 2023, 08:05 WIB
PSSI Dapat Rp250 Miliar, Erick Thohir Sebut Masih Sepersepuluhnya Jepang
 
AKURAT.CO, Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menyampaikan bahwa organisasinya baru saja mendapat dana segar bernilai Rp250 miliar dari beberapa mitra baru PSSI.

Sebagai informasi, PSSI baru saja melangsungkan Partner Summit 2023 sekaligus signing ceremony (upacara teken kontrak) dengan beberapa sponsor anyar yang berlangsung di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (27/9).

"Kurang lebih dana yang terkumpul mencapai 250 miliar. Ini pertama kali PSSI benar-benar serius. Pendanaan tidak hanya pihak swasta tapi juga Pemerintah," kata Erick Thohir.
 
Baca Juga: Tatap Piala Dunia 2038, PSSI Janjikan Bantuan Dana Pengembangan Sepakbola Usia Dini

Mantan Presiden Inter Milan itu menyebut bahwa dana Rp250 miliar yang mereka dapatkan ini masih sangat jauh jika dibandingkan dengan pembinaan yang dilakukan Jepang. Di mana dalam setahun Jepang bisa menghabiskan Rp3 triliun.

"Jepang itu dana JFA nya mereka kurang lebih Rp2,5 triliun, eh lebih, hampir Rp3 triliun. Jadi kalau dibandingkan mereka dengan kita, kita sepersepuluhnya," kata Erick memaparkan.

Dana tersebut dikatakan Erick datang dari pihak Pemerintah dan juga swasta. Selain itu, kerja sama ini juga sebagai bentuk transparansi PSSI dalam masalah keuangan.
 

"Ini seremoni saja, sebenarnya kerja sama sudah berlangsung beberapa bulan lalu, di mana nanti Desember kita ada audit keuangan untuk kita laporkan secara transparan," kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut.

"Karena memang pendanaan itu tentu kita harus kombinasi pemerintah dan dari swasta, kalau kita mau punya program serius. Namanya pembangunan Timnas tidak mungkin berdiri sendiri."[]
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H