Tolak Panggilan Timnas, Boikot Pesepakbola Putri Spanyol Berlanjut

AKURAT.CO, Para pesepakbola Spanyol mempertegas aksi boikot mereka meski 15 pemain juara Piala Dunia Putri 2023 kembali dipanggil ke tim nasional. Penegasan ini dinyatakan pemain Timnas Putri Spanyol karena mereka merasa belum “aman”.
Sikap ini merupakan respons atas keputusan Pelatih Timnas Spanyol yang baru pengganti Jorge Vilda, Montse Tsome, memanggil sejumlah pemain untuk persiapan UEFA Nations League. Namun, tak ada nama Jeni Hermoso dalam daftar panggil tersebut.
Disampaikan melalui Futpro (Asosiasi Pesepakbola Profesional Spanyol), para pemain menyatakan bahwa boikot yang mereka lakukan terus berlanjut. Mereka juga mengatakan bahwa sekali lagi pesepakbola putri Spanyol ditempatkan di posisi di mana mereka tidak pernah ingin berada di dalamnya.
Baca Juga: Terlibat Skandal Ciuman, Bos Federasi Sepak Bola Spanyol Undur Diri
Salah satu poin penting mereka adalah Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) telah melakukan tindakan sepihak dengan mengumumkan nama pemain yang dipanggil untuk UEFA Nations League tanpa terlebih dahulu melakukan pembicaraan.
“Kami akan mempelajari konsekuensi hukum yang memungkinkan terhadap (tindakan) RFEF yang mempertontonkan kami dengan menempatkan kami dalam daftar yang kami minta untuk tidak dipanggil demi alasan yang sudah dijelaskan ke publik dan yang lebih detil ke RFEF, dan dengan ini (kami) mengambil keputusan terbaik untuk masa depan dan kesehatan kami,” tulis pesepakbola putri Spanyol.
Boikot ini sebenarnya dilakukan oleh 81 pemain–termasuk pemain Timnas Putri Spanyol–beberapa waktu lalu dalam usaha mereka untuk mendorong Presiden RFEF, Luis Rubiales, mundur dari jabatannya. Aksi itu sukses memaksa Rubiales mundur namun situasi tetap belum tenang bagi pesepakbola putri Spanyol.
Baca Juga: Luis Rubiales Dijadwalkan Hadir Di Sidang Kasus Ciuman Jumat Ini
Perselisihan di sepakbola Spanyol merupakan imbas dari ciuman Luis Rubiales terhadap Jenni Hermoso di podium juara Piala Dunia Putri di Stadion Australia, Sydney, 20 Agustus lalu. Video ciuman tersebut menyebar di media sosial dan Rubiales didesak mundur oleh sejumlah pihak.
RFEF mengambil sikap dengan memecat pelatih yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia Putri, Jorge Vilda, sekaligus menunjuk Montse Tsome sebagai pengganti. Beberapa waktu kemudian Luis Rubiales memutuskan mundur setelah sebelumnya bersikukuh untuk melepas jabatannya dan menolak pelakukan pelecehan seksual.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








