Akurat

Tahukah Anda, Sepakbola Menghubungkan Palestina dan Israel Dengan Caranya Sendiri?

Riandar Fata Hudaya | 12 Juni 2023, 18:01 WIB
Tahukah Anda, Sepakbola Menghubungkan Palestina dan Israel Dengan Caranya Sendiri?

AKURAT.CO, Sentimen spesial terhadap Tim Nasional Palestina yang berkunjung ke Indonesia untuk FIFA Matchday bulan ini jelas tak terlepas dari konflik negara tersebut dengan tetangga mereka: Israel. Namun, sebagai tetangga, tahukah Anda bahwa sepakbola menghubungkan Palestina dan Israel dengan caranya sendiri?

Sejak memiliki pelatih permanen pada 1998, Palestina tercatat memiliki satu nama Israel dalam daftar mereka. Dia adalah Azmi Nassar yang merupakan pelatih kelahiran Nazareth, Israel, 3 Oktober 1957, dan meninggal dunia pada Maret 2007.

Azmi Nassar melatih Timnas Palestina pada tiga periode, yakni 1999-200, 2001, dan 2005-2007. Sebelum melatih Palestina, Nassar membesut sejumlah tim Israel seperti Hapole Daliyat Al Karmel, Maccabi Tamra, Maccabi Kafr Kann, dan Hapole Majd Al Krum.

Semasa menjadi pemain pada periode 1974-1987, Nassar juga bermain di klub Israel seperti Maccabi Ahi Nazareth, Hapoel Haifa, dan Maccabi Tamra yang kelak dilatihnya. Salah satu klub Israel, Maccbi Kafr Kanna, bahkan menamai stadion mereka dengan Azmi Nassar.

Adapun di skuat Palestina yang bakal menghadapi Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (14/6), juga ada pemain yang berkiprah di klub Israel. Dia adalah penyerang Reebal Dahamshi yang bermain untuk Hapoel Bnei Zalafa.

Hapoel Bnei Zalafa sendiri adalah klub yang saat ini berkompetisi di Liga Alef Utara yang merupakan kompetisi divisi ketiga. Klub ini merupakan klub yang bermarkas di Zalafa–sebuah perkampungan dengan mayoritas Arab muslim berkebangsaan Israel.

Di level yang lebih tinggi, kompetisi kasta teratas Israel memiliki sejumlah klub yang bermarkas di kawasan muslim. Salah satunya adalah Bnei Sakhnin yang berada di sisi utara kawasan Israel.

Klub ini mencapai puncak prestasi pada musim 2003-2004 ketika menjadi juara Gvia HaMedina yang merupakan turnamen domestik –seperti Piala FA di Inggris. Dalam hubungannya dengan konflik, mayoritas suporter Bnei Sakhnin justru adalah warga Palestina.

Selain Bnei Sakhnin, juga ada klub Arab-Israel yang sempat mampir sebentar di Liga Primer Israel. Yakni Hapoel Tayibe dan Maccabi Ahi Nazareth serta Bnei Reineh yang promosi ke kasta tertinggi pada musim lalu.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.