FP1 Moto3: Veda Ega Pratama Masih Cari Ritme, Memori Podium 2025 Jadi Modal Bangkit

AKURAT.CO, Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, mengawali rangkaian seri Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol, dengan tantangan yang cukup terjal.
Dalam sesi Latihan Bebas satu (FP1) yang berlangsung Jumat (24/4/2026) siang WIB, pembalap Honda Team Asia ini masih berjuang menemukan setelan terbaiknya setelah hanya mampu menempati posisi ke-24.
Veda Ega Pratama membukukan catatan waktu terbaik satu menit 46,808 detik. Hasil tersebut lebih lambat 1,975 detik dari pembalap tuan rumah, Maximo Quiles, yang tampil dominan di posisi puncak.
Meski harus memulai akhir pekan dari papan bawah, Veda Ega Pratama memiliki rekam jejak manis yang diprediksi akan menjadi pelecut semangatnya untuk merangkak naik di sesi-sesi berikutnya.
Memori Indah Podium Jerez 2025 Veda Ega Pratama
Bagi Veda, Sirkuit Jerez bukanlah lintasan yang asing. Sirkuit sepanjang 4,4 kilometer ini merupakan tempat bersejarah di mana ia pertama kali membuktikan tajinya di level internasional.
Pada ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Veda berhasil mencetak sejarah dengan meraih podium ketiga pada Race satu.
Pemuda asal Gunungkidul tersebut menunjukkan aksi heroik dengan bertarung habis-habisan melawan talenta-talenta terbaik Eropa.
Keberaniannya melakukan manuver di tikungan-tikungan sulit menjadi bukti bahwa Veda memiliki chemistry yang kuat dengan karakter teknikal Jerez.
Pengalaman manis tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan dirinya yang sempat goyah pasca-insiden did not finish di Austin lalu.
Jalannya Sesi FP1, Maximo Quiles Tak Terbendung
Sementara itu, sesi FP1 didominasi oleh para pembalap Spanyol. Maximo Quiles dari tim CFMOTO Gaviota Aspar sukses menjadi yang tercepat dengan torehan waktu fantastis satu menit 44,833 detik. Quiles unggul 0,395 detik dari Matteo Bertelle yang menghuni posisi kedua.
Dominasi tim CFMOTO semakin lengkap setelah Marco Morelli mengamankan tempat ketiga.
Di sisi lain, Veda Ega bersama rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, tampak masih kesulitan menembus barisan 20 besar. Mitani sendiri harus puas berada di posisi ke-26, tepat di bawah Nicola Carraro.
Selisih waktu hampir dua detik dari posisi terdepan menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi tim mekanik Honda Team Asia.
Mengingat Veda pernah naik podium di sini dengan motor yang berbeda, fokus utama saat ini adalah menyesuaikan gaya balapnya agar lebih mengalir dengan karakter motor Moto3 versi 2026.
Veda Ega Pratama masih memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki catatan waktunya pada sesi Practice sore nanti waktu setempat.
Sesi tersebut akan menjadi penentu krusial bagi Veda agar bisa menembus posisi 14 besar guna mendapatkan tiket langsung menuju Kualifikasi kedua (Q2).
Hasil 10 Besar FP1 Moto3 Spanyol 2026
Maximo Quiles (CFMOTO) – 1:44.833
Matteo Bertelle (MTA) +0.395
Marco Morelli (CFMOTO) +0.483
Joel Esteban (MTA) +0.509
Alvaro Carpe (KTM) +0.537
David Almansa (KTM) +0.605
Joel Kelso (KTM) +0.654
Guido Pini (Honda) +0.712
Brian Uriarte (KTM) +0.714
Adrian Fernandez (Honda) +0.813
Veda Ega Pratama (Honda) +1.975
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR







