Meski Sudah Diumumkan FIA, Niels Wittich Bantah Mundur sebagai Direktur Balapan F1

AKURAT.CO, Situasi posisi Direktur Balapan F1 hari-hari terakhir cukup membingungkan. Beberapa hari lalu Niels Wittich secara mengejutkan mundur sebagai Direktur Balapan F1 dan terkini ia membantahnya.
The Guardian menyebut bahwa Federasi Otomobil Internasional (FIA) yang menaungi F1 terkejut dengan keputusan mundur Niels Wittich pada Selasa (12/11). Terutama karena F1 2024 tinggal memasuki tiga balapan sisa.
FIA menyebut bahwa Niels Wittich mundur untuk mencari peluang baru. Pada saat yang sama FIA menunjuk Rui Marques yang sebelumnya bekerja sebagai Direktur Balapan F2 dan F3.
Baca Juga: Hamilton Senang FIA Copot Michael Masi dari Posisi Race Director F1
Pun demikian, informasi terbaru yang dirilis oleh media Jerman, Motorsport-Magazin, menyebut bahwa Wittich menyatakan bahwa ia tak pernah mundur dari posisi Direktur Balapan F1.
“Saya belum mengundurkan diri,” kata pria berkebangsaan Jerman berusia 52 tahun tersebut.
Pernyataan ini didukung oleh jurnalis media Inggris, Sky Sports, Craig Walters, yang mengindikasikan panasnya hubungan Wittich dengan Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem.
“Sumber berpengaruh (di FIA) mengatakan kepada saya bahwa dia secara efektif dipecat, bahwa tidak ada kemauan sendiri dalam hal dia memutuskan melepaskan pekerjaannya dengan sisa tiga balapan,” kata Slater.
“Itu jelas bertentangan dengan apa yang FIA katakan dalam pernyataan mereka.”
Baca Juga: Horner Sebut Pemecatan Masi merupakan Dampak Tindakan Bully Mercedes
Lahir di Erlensee, Jerman, 5 Agustus 1972, Niels Wittich menduduki posisi Direktur Balapan F1 sebagai respons kontroversi seri terakhir 2021 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Wittich menggantikan Michael Masi yang keputusannya menurunkan safety car di Grand Prix Abu Dhabi pada November 2021 menjadi kontroversi karena dianggap merugikan pembalap Mercedes, Lewis Hamilton.
Di sisi lain, ada juga anggapan bahwa Wittich tak disenangi oleh para pembalap sehubungan dengan regulasi yang menghukum ucapan “menyumpah” di lintasan.
Juara bertahan dari Red Bull, Max Verstappen, dan pembalap Ferrari, Charles Leclerc, adalah mereka yang dikenai sanksi atas aturan tersebut.
Max Verstappen sendiri merespons hukuman tersebut dengan mengatakan bahwa F1 dan FIA harus memperlakukan mereka sebagai “orang dewasa”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






