Horner Sebut Pemecatan Masi merupakan Dampak Tindakan "Bully" Mercedes

AKURAT.CO, Bos Red Bull, Christian Horner, masih bertahan dengan sikapnya bahwa pemecatan Direktur Balapan Formula One (F1), Michael Masi, bukanlah hal yang tepat. Horner bahkan menuduh Mercedes melakukan tindakan “bully” yang berujung dengan pemecatan Masi.
“Apakah benar memecat dia (Masi) berdasarkan tekanan yang diarahkan pada dia dari tim rival (Mercedes)? Bagi saya itu salah,” kata Horner sebagaimana dipetik dari BBC. “Itu setara dengan bullying. Itu agresif secara pasif.”
Horner berdiri sebagai penentang keputusan Federasi Otomobil Internasional (FIA) terhadap pemecatan Masi karena posisi Red Bull yang berhubungan langsung dengan hasil akhir musim lalu.
Pembalap Red Bull, Max Verstappen, menjadi juara dunia musim 2021 setelah menyalip pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, di lap terakhir Grand Prix Abu Dhabi, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Desember tahun lalu.
Masi ketika itu memberikan jalan bagi pembalap yang di-overlap di belakang Hamilton untuk menyalip Hamilton dengan demikian tak ada penghalang bagi Verstappen yang berada di posisi kedua. Verstappen akhirnya meraih gelar juara dunia pertamanya.
Horner mengakui bahwa keputusan Masi merupakan kesalahan. Namun demikian, ia tidak setuju jika kesalahan tersebut seakan-akan merupakan tanggung jawab Masi semata.
“Ya, Michael melakukan kesalahan dan itu membuat frustrasi, tetapi Anda harus melihat ke peran di mana dia berada dan perangkat yang dia miliki ketika dia disingkirkan,” kata Horner. “Anda tidak bisa hanya menyalahkan Michael. Tidak adil melakukan itu.”
Lebih jauh lagi, Horner mengkhawatirkan kondisi kejiwaan Masi karena serangan yang diarahkan terhadapnya. Terutama serbuan ucapan yang tak pantas melalui internet dan media sosial.
“Kita menerima banyak kesalahan Michael,” ucap Horner. “Tetapi apa yang tidak bisa dimaafkan adalah serangan on-line, pelecehan on-line, ancaman pembunuhan yang dia dan keluarganya dapatkan. Itu jelas tidak bisa dimaafkan.”
FIA dikabarkan sudah menyiapkan dua kandidat yang bakal menggantikan Masi sebaia direktur balapan. Juga disertai dengan struktur baru untuk mengurangi tekanan terhadap peran direktur balapan yang dianggap sebagai salah satu pekerjaan dengan tekanan paling tinggi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





