Akurat Logo

Hattrick di Prancis Terbuka, Ratu Bulutangkis An Se-young Catatkan 50 Kemenangan Beruntun

Dian Eko Prasetio | 27 Oktober 2026, 14:21 WIB
Hattrick di Prancis Terbuka, Ratu Bulutangkis An Se-young Catatkan 50 Kemenangan Beruntun
Pebulutangkis tunggal putri asal Korea Selatan, An Se-young, saat merayakan gelar juara Prancis Terbuka 2026 di Paris, Prancis, Minggu (25/10/2026). BWF.

AKURAT.CO, Dominasi ratu bulutangkis dunia asal Korea Selatan, An Se-young, makin tak terbendung. Pebulutangkis tunggal putri nomor satu dunia itu sukses mempertahankan tahtanya usai menyabet gelar juara pada ajang BWF World Tour Super 750 Prancis Terbuka 2026.

Berlaga di partai puncak Prancis Terbuka yang berlangsung di Arena Grand Paris, Prancis, Minggu (25/10/2026), An Se-young mengukir sejarah hattrick (tiga kali beruntun) gelar usai menumbangkan wakil India, Pusarla V. Sindhu, lewat pertarungan comeback tiga gim dehgan skor 16-21, 21-11, dan 21-12.

Kemenangan ini tak sekadar menobatkan An Se-young sebagai juara Prancis Terbuka tiga edisi berturut-turut (2024, 2025, dan 2026), namun juga gelar keempatnya secara keseluruhan di Paris dan menggenapkan rekor fantastis 50 kemenangan beruntun sejak terakhir kali menelan kekalahan di final All England, Maret lalu.

Memasuki lapangan dengan rekor pertemuan sempurna 10-0 atas Sindhu, An Se-young sempat mendapat perlawanan sengit di awal laga.

Baca Juga: Cetak Sejarah di Denmark Terbuka, An Se-young Lewati Rekor Susi Susanti

Memanfaatkan jangkauan postur tubuhnya yang tinggi (179 sentimeter), Sindhu tampil menekan dan berhasil mencuri gim pertama. Beberapa kesalahan sendiri dari Se-young juga turut menguntungkan wakil India tersebut.

Usai mendominasi gim kedua, An kembali diuji pada gim penentu ketika tertinggal 5-8. Namun, ketenangan sang ratu menjadi pembeda.

An meraih empat angka beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 9-8 sebelum akhirnya mengambil alih kendali permainan hingga memungkas gim ketiga dengan kemenangan meyakinkan 21-12.

Usai pertandingan, An membeberkan bahwa kunci kebangkitannya terletak pada kesabarannya menampilkan pertahanan kokoh serta tidak terburu-buru meladeni reli-reli panjang.

"Saya lebih berfokus pada pertahanan saya. Saya mencoba untuk tidak terburu-buru," tutur An seusai mengamankan gelar ke-48 sepanjang kariernya dikutip laman resmi BWF.

Perubahan taktik tersebut terbukti krusial dalam menguras stamina Sindhu yang tak mampu membendung variasi defense dan pukulan half-smash tajam milik An di paruh akhir pertandingan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.