Akurat Logo

PBSI Jadikan Hasil Asian Games Dasar Mengejar Emas Olimpiade 2028

Dian Eko Prasetio | 7 Oktober 2026, 17:39 WIB
PBSI Jadikan Hasil Asian Games Dasar Mengejar Emas Olimpiade 2028
Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran (tengah), saat memberikan keterangan terkait bonus untuk atlet, pelatih, dan tim ofisial yang telah berjuang di Asian Games 2026 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menegaskan bahwa kesuksesan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 bukanlah akhir dari perjalanan pasukan Cipayung.

Induk organisasi bulutangkis nasional tersebut menjadikan seluruh capaian di ajang multievent terbesar se-Asia ini sebagai bahan evaluasi krusial demi mengejar target utama, yakni mengamankan medali emas pada Olimpiade Los Angeles 2028.

Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, menegaskan bahwa perjalanan pembinaan bulutangkis Tanah Air masih sangat panjang. Menurutnya, komitmen meloloskan wakil dengan kuota maksimal di seluruh sektor serta merebut medali emas Olimpiade sudah dipatok sejak awal kepengurusan.

"Di depan, kita ada berbagai kejuaraan penting dan pada akhirnya ada satu tujuan besar yang sejak awal sudah kita siapkan, Olimpiade Los Angeles 2028," kata Fadil di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026).

"Target jangka panjang itu sudah kita tuliskan dengan jelas, full kuota di semua sektor dan medali emas."

Fadil Imran menekankan pentingnya mengolah seluruh hasil pertandingan di Aichi-Nagoya menjadi basis data evaluasi yang konkret dan terukur. Menurutnya, momen kekalahan harus dijadikan bahan perbaikan, sedangkan setiap kemenangan ditetapkan sebagai standar performa baru bagi para pebulutangkis Pelatnas.

"Kita harus mengubah setiap medali menjadi data, setiap pertandingan menjadi evaluasi, setiap kekalahan menjadi pelajaran. Dan setiap kemenangan menjadi standar baru," jelas Fadil.

Lebih jauh, mantan Kapolda Metro Jaya itu menilai indikator keberhasilan pembinaan tidak boleh hanya ditakar dari torehan gelar di satu kompetisi semata, melainkan lewat keberlanjutan sistem prestasi yang konsisten dari generasi ke generasi.

"Ukuran keberhasilan kita adalah apakah Indonesia mampu membangun sistem yang membuat prestasi terus lahir dari satu generasi ke generasi berikutnya," tutur Fadil.

Usai merampungkan agenda tasyakuran dan apresiasi atas capaian di Jepang, para atlet bulutangkis Indonesia dipastikan tidak berlama-lama larut dalam euforia. Skuad Cipayung dijadwalkan langsung mengalihkan fokus untuk mengarungi padatnya rangkaian tur Eropa.

"Karena perjalanan menuju Los Angeles 2028 terus berjalan," pungkas Fadil Imran.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.