Jadi Perpanjangan Tangan Cipayung, Ricky Soebagdja Resmi Jabat Kepala Pelatwil PBSI 2026

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus mematangkan proyek desentralisasi pembinaan atlet di tanah air.
Terbaru, induk organisasi bulutangkis nasional tersebut resmi menunjuk sang legenda, Ricky Soebagdja, sebagai Kepala Pelatnas Wilayah (Pelatwil) PBSI 2026.
Ricky Soebagdja, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI, mengemban misi khusus untuk mensinkronisasi dan mengawasi kinerja Pelatwil sebagai jembatan menuju pemusatan latihan nasional (Pelatnas) utama di Cipayung.
Program Pelatwil yang telah berjalan sejak November 2025 di Medan (Wilayah Barat) dan Surabaya (Wilayah Tengah) kini memasuki fase penguatan.
Saat ini, tercatat ada 16 atlet di wilayah barat dan 32 atlet di wilayah tengah yang menjadi fokus pembinaan.
Ricky menegaskan bahwa perannya bukan sekadar formalitas, melainkan memastikan standar latihan di daerah setara dengan pusat.
"Bapak Ketua Umum menunjuk saya untuk memastikan secara keseluruhan Pelatwil ini bisa berjalan. Jadi, mulai dari program latihan dan lain sebagainya harus meneruskan ke Pelatnas," kata Ricky di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/4).
Ia menambahkan bahwa PBSI Pusat akan memonitor penuh Pelatwil, mulai dari pendanaan, perekrutan pelatih utama, hingga pelaporan progres atlet secara berkala.
"Bukan hanya diadakan lalu ditinggal, tapi kita yang menyiapkan semua. Program latihannya seperti apa, pertandingannya bagaimana, semua akan dilaporkan," tegas peraih emas Olimpiade Atlanta 1996 tersebut.
Mengingat penghuni Pelatwil didominasi oleh pemain usia muda, Ricky menjelaskan akan ada penyesuaian dari sisi porsi latihan.
Meski demikian, filosofi dan kurikulumnya tetap berkiblat pada standar Cipayung.
"Program latihan pastinya kurang lebih sama dengan Pelatnas, mungkin bobotnya saja yang sedikit berbeda karena usia mereka relatif lebih muda. Kita akan turun langsung memantau," jelas Ricky.
Sebagai langkah awal, Ricky dijadwalkan menyambangi Pelatwil Tengah pada 10-11 April mendatang.
Kunjungan ini bertujuan untuk koordinasi sekaligus memantau kesiapan para atlet yang akan bertarung di ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Timur pada 13–18 April 2026.
Ricky menyambut positif langkah Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, yang mengaktifkan kembali model pembinaan wilayah yang sempat vakum.
Baginya, ini adalah cara terbaik untuk menjaga bakat-bakat daerah agar tidak "hilang" sebelum mencapai potensi maksimalnya.
"Dulu di zaman saya ada Pelatda atau Pusdiklat, lalu vakum, dan sekarang diaktifkan kembali. Saya rasa itu sangat baik. Bagaimana yang terbaik di wilayah itu dijaga dan dipantau perkembangannya," kata Ricky.
Target besar pun dicanangkan. Dalam dua tahun ke depan, para atlet Pelatwil ini diharapkan sudah menunjukkan kematangan fisik dan disiplin untuk naik kelas ke level nasional maupun menembus gerbang Cipayung.
"Ini proses panjang, tapi sebisa mungkin nama-nama ini jangan hilang. Kita berharap bibit-bibit potensi yang baik ini terus terjaga sampai ke depan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








