All England: Putri Kusuma Wardani ke Perempat Final, Jonatan Christie Terhenti

AKURAT.CO, Nasib berbeda dialami dua pebulutangkis tunggal andalan Indonesia pada babak 16 besar All England 2026. Putri Kusuma Wardani sukses mengamankan tiket perempat final sementara langkah Jonatan Christie harus terhenti lebih awal.
Bertanding di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (5/3) waktu setempat, Putri Kusuma Wardani tampil solid saat menghadapi wakil Korea Selatan, Kim Ga Eun di babak 16 besar All England kali ini.
Meski harus melewati drama setting yang menegangkan di gim pertama, Putri Kusuma Wardani akhirnya menang dua gim langsung dengan skor 25-23 dan 21-15.
Atlet tunggal putri berusia 23 tahun itu mengaku puas dengan penampilannya di laga All England hari ini meski sempat merasa sedikit terkendala masalah fisik di awal laga.
“Untuk keseluruhan saya cukup puas. Tapi karena di pertandingan pertama (lawan mundur) hanya bermain sampai sebelas poin, jadi tadi masih agak sedikit engap. Kim Ga Eun bermain sangat baik dan tidak gampang mati,” kata Putri usai laga.
Mengenai strategi, Putri berhasil meredam senjata utama Kim yang terkenal dengan pukulan atas dan permainan net yang tajam.
“Pukulannya cukup menyulitkan karena tidak kelihatan dan tajam, jadi saya coba untuk batasi itu,” tambahnya.
Di babak perempat final, Putri kemungkinan besar akan menghadapi unggulan pertama, An Se Young. Putri mengaku sangat penasaran karena selama ini selalu kesulitan menumbangkan bintang Korea Selatan tersebut.
“Pastinya saya ingin bermain nothing to lose. Saya tidak mau banyak berpikir, yang penting sebelum shuttlecock jatuh harus dikejar,” tegasnya.
Jojo Terjungkal, Akui Lin Chun-Yi Lebih Cepat
Hasil pahit harus diterima Jonatan Christie. Unggulan keempat ini gagal mempertahankan konsistensinya setelah ditekuk wakil Chinese Taipei, Lin Chun-Yi, lewat permainan dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 12-21.
Pebulutangkis tunggal putra yang karib disapa Jojo itu mengakui keunggulan sang lawan yang tampil sangat agresif dan memiliki variasi pukulan yang menyulitkan.
“Puji Tuhan tetap bersyukur walau hasil akhirnya belum sesuai harapan. Lin Chun-Yi bermain sangat baik, sementara saya tadi beberapa kali ada miss dari penerapan strateginya,” kata Jojo.
Jonatan juga menampik anggapan bahwa kekalahannya dipengaruhi oleh absennya dia dari turnamen dalam waktu yang cukup lama.
“Kalau ditanya karena pengaruh break lama, saya rasa tidak ada sih. Dia memang bermain jauh lebih cepat dan tidak gampang dimatikan. Saya kurang tenang dan kurang bisa lebih sabar,” pungkasnya.
Kegagalan Jojo menjadi pukulan telak bagi sektor tunggal putra Indonesia, mengingat posisinya sebagai salah satu tumpuan utama gelar juara.
Namun, keberhasilan Putri melaju ke delapan besar menjadi oase yang menjaga asa tim Merah Putih di tanah Inggris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah






