Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia: Ni Kadek Dhinda Perkecil Ketertinggalan Indonesia dari Korea Selatan

AKURAT.CO, Harapan tim beregu putri Indonesia untuk melaju ke partai puncak Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia atau Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 masih tetap terjaga.
Pebulutangkis tunggal putri muda, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, tampil gemilang untuk memperkecil ketertinggalan Merah Putih menjadi 1-2 dalam laga semifinal Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia kontra Korea Selatan di Qingdao Conson Gymnasium, Qingdao, China, Sabtu (7/2).
Ni Kadek Dhinda sukses mengamankan poin pertama bagi Indonesia di semifinal Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia usai menumbangkan Park Ga Eun lewat dua gim langsung dengan skor meyakinkan, 21-14 dan 21-13.
Baca Juga: Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia: Ester Pastikan Tiket Semifinal, Indonesia Kalahkan Thailand 3-2
Memasuki lapangan dalam kondisi tim tertinggal 0-2 merupakan beban berat bagi pemain mana pun. Namun, Dhinda mampu mengelola tekanan tersebut dengan sangat baik.
Instruksi pelatih untuk mengabaikan papan skor menjadi kunci ketenangan pemain kelahiran Denpasar ini.
"Tadi dari awal mulai pertandingan memang tim sedang tertinggal 0-2, tapi pelatih mengingatkan bahwa main saja, tidak usah dipikirkan skornya," ujar Dhinda usai laga.
Dhinda mengakui bahwa statusnya yang unggul dalam rekor pertemuan atas Park Ga Eun memberikan kepercayaan diri tambahan. Ia justru merasa sang lawanlah yang memikul beban lebih besar di partai tersebut.
Belajar dari pengalaman sebelumnya di mana ia sering kehilangan momentum saat sudah unggul jauh, Dhinda tampil lebih disiplin kali ini. Ia tidak memberikan celah bagi wakil Negeri Ginseng tersebut untuk mencetak poin beruntun.
Baca Juga: Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia: Ana/Trias Menang, Indonesia Samakan Kedudukan 1-1 Kontra Thailand
"Saya berusaha buat lebih fokus, lebih konsisten, dan bagaimana lawan tidak dapat berkembang. Saya juga terus meyakinkan diri sendiri bahwa saya bisa. Dukungan tim dari belakang juga sangat membantu," tambahnya.
Kemenangan Dhinda di partai ketiga ini seolah menjadi pemantik semangat bagi srikandi Indonesia lainnya. Sebelumnya, Indonesia harus kehilangan dua poin awal setelah Thalita Ramadhani Wiryawan dan pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum takluk dari lawan-lawannya.
Dhinda optimistis rekan-rekannya yang akan turun di partai ganda kedua dan tunggal ketiga mampu membalikkan keadaan.
"Setelah ini saya yakin kakak-kakak yang akan main berikutnya bisa memberikan yang terbaik dan mendapat dua poin untuk Indonesia," tutupnya penuh keyakinan.
Saat ini, pertandingan memasuki partai keempat yang mempertemukan sektor ganda putri. Indonesia wajib memenangi dua partai tersisa jika ingin mengamankan tiket ke babak final.
Hasil Sementara Semifinal Putri: Indonesia vs Korea Selatan (1-2)
WS1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Kim Ga Eun (5-21, 4-21)
WD1: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Baek Ha Na/Kim Hye Jeong (14-21, 10-21)
WS2: Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Park Ga Eun (21-14, 21-13)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







