Hari Olahraga Internasional: Saat Dunia Mengangkat WhiteCard Demi Perdamaian

AKURAT.CO Setiap 6 April, dunia memperingati International Day of Sport for Development and Peace (IDSDP) atau Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian.
Momen ini menjadi pengingat akan kekuatan olahraga dalam menyatukan perbedaan, membangun inklusivitas, serta menumbuhkan semangat perdamaian lintas bangsa.
Simbol utama perayaan ini adalah WhiteCard atau Kartu Putih—sebuah kampanye global yang diinisiasi oleh Peace and Sport.
Kartu putih ini bukan sekadar lambang, melainkan pernyataan komitmen para atlet, organisasi, dan masyarakat dunia dalam menjadikan olahraga sebagai alat perubahan sosial menuju dunia yang lebih adil dan damai.
“Olahraga selalu menjadi guru besar dalam hidup saya,” ungkap bintang bulutangkis Korea Selatan, An Se Young, seperti dikutip dari laman BWF, Minggu (6/4/2025).
“Sejak kecil, saya belajar tentang kepercayaan diri lewat olahraga. Mari kita ciptakan dunia yang lebih aman bagi anak-anak untuk bermain dan tumbuh.”
Baca Juga: Duel Ulangan Joshua vs Parker Bisa Jadi Tiket Emas ke Gelar Juara Dunia
Nada serupa disuarakan oleh pebulu tangkis Prancis, Christo Popov:
“Setiap anak layak memiliki ruang yang aman untuk bermain, belajar, dan berkembang lewat olahraga—seperti yang saya alami saat kecil.”
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menjadi salah satu federasi olahraga internasional yang paling vokal mendukung kampanye WhiteCard.
Sejak pertama kali mengibarkan Kartu Putih bersama komunitas bulutangkis dunia pada 2019, BWF terus aktif mendorong para atlet dan penggemar untuk terlibat dalam gerakan ini.
Tahun ini, kampanye WhiteCard menyoroti isu kemanusiaan yang mendesak: penderitaan anak-anak di wilayah konflik.
Data UNICEF mencatat lebih dari 460 juta anak—atau satu dari enam anak di seluruh dunia—tinggal di zona konflik.
Mereka tak hanya kehilangan akses pendidikan, tapi juga kehilangan ruang aman untuk bermain dan bertumbuh.
Di sinilah olahraga hadir bukan hanya sebagai hiburan, tapi sebagai harapan.
Dalam dunia yang penuh tantangan, olahraga tetap menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan dan menyembuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 4Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 5Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 750 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 8Hasil dan Klasemen Liga Champions: Como Tenggelamkan MU, Real Madrid Merangsek ke 3 Besar
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot







