Bagian 2: Jalan Panjang Bulutangkis di Olimpiade, Tradisi Emas Indonesia dan Dominasi China

AKURAT,CO, Pada bagian ini, kami akan mencoba melanjutkan perjalanan cabor bulutangkis di ajang Olimpiade. Sebelumnya sudah kami jelaskan awal mula dipertandingkannya olahraga tepok bulu ini di ajang pesta olahraga multievent empat tahunan terbesar di dunia ini.
Pada bagian pertama dijelaskan bahwa bulutangkis mulai diperkenalkan pertamakali pada Olimpiade Muenchen 1972 sebelum akhirnya resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan pada Olimpiade Barcelona 1992.
Adapun bagian kedua akan dimulai dari Olimpiade Atlanta 1996 di mana sektor ganda campuran mulai diikutsertakan sebagai salah satu nomor yang dipertandingkan.
Baca Juga: Bagian 1: Jalan Panjang Bulutangkis di Olimpiade, Tertunda karena Insiden Muenchen 1972
Juga mengenai dominasi China yang selalu tidak pernah absen meraih medali emas. Bahkan mereka mampu menyapu bersih seluruh kepingan emas saat turun di Olimpiade London 2012.
Olimpiade Atlanta 1996
Pada Olimpiade Atalanta, sektor ganda campuran ditambahkan sebagai salah satu nomor yang dipertandingkan.
Korea Selatan merebut dua gelar juara dari sektor tunggal putri dan ganda campuran. Denmark mengamankan gelar di tunggal putra, Indonesia mengamankan gelar di ganda putra, dan China meraih gelar di ganda putri.
Olimpiade Sydney 2000
Pada Olimpiade kali ini, China tampil mendominasi dengan merebut empat gelar juara di mana satu gelar juara mampu diamankan Indonesia dari sektor ganda putra.
Pasangan ganda putri China, Ge Fei/Gu Jun, merebut medali emas untuk menasbihkan mereka sebagai juara Olimpiade bulutangkis pertama yang memiliki dua gelar juara.
Olimpiade Athena 2004
Pasangan ganda campuran China, Zhang Jun/Gao Ling, sukses meraih kemenangan back-to-back, untuk melengkapi tiga gelar juara bagi China selain gelar di tunggal putri dan ganda putri.
Gelar juara tunggal putra berhasil diamankan Taufik Hidayat (Indonesia) dan ganda putra berhasil diamankan Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon (Korea Selatan).
Olimpiade Beijing 2008
Pada Olimpiade Beijing bulutangkis memperkenalkan sistem skor baru 21x3. Tuan rumah tampil mendominasi dengan mengamankan tiga gelar juara dari tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri.
Baca Juga: 5 Potret Kenangan Markis Kido Sang Juara Sejati, Lambungkan Merah Putih di Olimpiade
Indonesia mengamankan satu gelar juara dari sektor ganda putra dan Korea Selatan juga mampu mengamankan satu gelar juara dari sektor ganda campuran.
Olimpiade London 2012
BWF mengambil keputusan dengan mengeluarkan empat pasangan–dua dari Korea, dan masing-masing satu dari China dan Indonesia— dari kompetisi lantaran tidak menampilkan permainan terbaik mereka di babak penyisihan grup.
Lin Dan mempertahankan gelar tunggal putra setelah final yang menegangkan. Sementara Zhao Yunlei menjadi pemain pertama yang meraih dua medali emas dalam satu gelaran Olimpiade. Bukan cuma itu, China bahkan mampu menyapu bersih lima gelar juara.
Olimpiade Rio de Janeiro 2016
Persaingan ketat di bulutangkis tercemin dalam penyebaran medali pada Olimpiade kali ini. Namun, China masih tetap mendominasi dengan dua medali emas-sektor tunggal putra dan ganda putra.
Sejarah juga berhasil diciptakan Carolina Marin usai meraih medali emas pertama untuk Eropa pada sektor tunggal putri. Juga pasangan ganda putri Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, yang meraih medali emas pertama untuk negaranya.
Olimpiade Tokyo 2021
Olimpiade Tokyo 2020 sempat ditunda hingga 2021 karena pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia. Meski ada kekhawatiran, Olimpiade tetap diselenggarakan dengan sukses.
Duet ganda putra, Lee Yang/Wang Chi-Lin berhasil mengukir sejarah untuk Chinese Taipei dengan medali emas di sektor ganda putra. Sama seperti yang diraih Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang meraih medali emas pertama bagi Indonesia dari sektor ganda putri.
China sendiri tidak pernah absen menyumbangkan medali emas, mereka masih mampu tampil mendominasi dengan merebut dua medali emas dari sektor tunggal putri dan ganda campuran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan







