Akurat

Aryono Miranat Akui Fajar/Rian Tertekan di Laga Final Piala Thomas Kontra Duet China

Leo Farhan | 8 Mei 2024, 17:05 WIB
Aryono Miranat Akui Fajar/Rian Tertekan di Laga Final Piala Thomas Kontra Duet China
 
AKURAT.CO, Pelatih Kepala Sektor Ganda Putra Pelatnas PBSI, Aryono Miranat, mengakui bahwa anak asuhnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, merasa tertekan saat tampil di laga final Piala Thomas 2024 melawan China.
 
Fajar/Rian yang menghadapi Liang Wei Keng/Wang Chang harus takluk usai melakoni laga ketat rubber set dengan skor 18-21, 21-17, dan 17-21 atas wakil tuan rumah itu usai menjalani laga berdurasi 64 menit.
 
Padahal di partai puncak tersebut, Fajar/Rian mampu memimpin lebih dulu sebelum Liang/Wang bangkit untuk membalikkan keadaan sekaligus merebut kemenangan yang mengantarkan China memimpin 2-0 atas Indonesia.
 
 
"Kita sudah evaluasi sebelum pertandingan juga, cuma namanya pertandingan pressure-nya tinggi depan penonton mereka, apalagi ketinggalan 1-0," jelas Aryono Miranat di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (8/5).
 
"Jadi karena pressure-nya terlalu tinggi, jadi apa yang sudah direncanakan, didiskusikan itu, mungkin lupa karena pressure."
 
Terlepas dari kekalahan tersebut, Aryono mengatakan duet ganda putra terbaik Indonesia itu selalu kecolongan di poin-poin kritis. Padahal, mereka selalu mampu memimpin sebelum akhirnya ditikung.
 
 
"Tadi kan saya bilang, tiga pertemuan itu kita leading, mau menang, terus kalah. Itu di poin-poin terakhir kecolongan dari serve dan return serve-nya saja. Jadi kita akan matikan itu untuk kedepannya," tutur mantan asisten Herry IP tersebut.
 
Selain itu, pada gelaran Piala Thomas dan Uber kali ini, bisa dikatakan Fajar/Rian adalah salah satu pemain senior di sektor ganda. Peran baru ini juga yang coba diberikan pelatih agar mereka bisa belajar menerima tanggung jawab.
 
Sebum turun di Piala Thomas tahun ini, Fajar/Rian selalu tampil sebagai ganda ketiga di belakang Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan dan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon.
 
Namun, saat ini mereka yang jadi tumpuan Indonesia di sektor ganda putra bersama Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
 
"Fajar/Rian sebelum ini kan selalu nomor tiga, tapi sekarang mereka jadi tumpuan. (Supaya) mereka belajar tanggung jawab, belajar dewasa, harus siap kalau diturunkan," beber Aryono Miranat.
 
Indonesia sendiri harus puas keluar sebagai runner-up Piala Thomas 2024 setelah takluk 1-3 atas tuan rumah pada partai final yang berlangsung di Chengdu, China, Minggu (5/5) lalu.
 
Sebagai tambahan, ini juga merupakan partai final ketiga beruntun yang mampu diraih tim Piala Thomas Indonesia.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H