Malaysia Terbuka: Singkirkan Wakil Kanada, Fajar/Rian Masih Beradaptasi dengan Lapangan

AKURAT.CO, Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil melenggang ke babak 16 besar Malaysia Terbuka 2024. Kepastian ini diperoleh Fajar/Rian usai menaklukkan wakil Kanada, Adam Dong/Nyi Yakura.
Bermain di laga pembuka Malaysia Terbuka di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa (9/1/2024) Fajar/Rian menang melalui petarungan dua gim dengan skor 21-16 dan 21-13.
Menanggapi kemenangan di pertandingan pertama Malaysia Terbuka ini, Fajar/Rian tak bisa menutupi rasa syukur. Meski demikian, menang Fajar/Rian sejatinya masih beradaptasi dengan lapangan.
“Pertama-tama mengucap syukur alhamdulillah untuk pertandingan hari ini. Kami masih mencoba beradaptasi dengan kondisi lapangan yang cukup berangin, setelah di beberapa turnamen terakhir tidak merasakan hal itu,” kata Rian sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.
Cukup beralasan Rian masih beradaptasi dengan lapangan. Sebab memang ada perbedaan kualitas lapangan antara Malaysia Terbuka saat ini dengan tahun lalu.
“Dibandingkan saat Malaysia Masters tahun lalu, pencahayaan di sini lebih baik saya rasa. Saat itu, lampunya kuning dan agak gelap,” katanya.
Hal senada diutarakan oleh Fajar Alfian. Namun, Fajar mengaku tidak mau terlalu puas dengan kemenangan ini dan langsung fokus untuk laga berikutnya.
Baca Juga: Final BWF: Gagal Kalahkan Juara Dunia di Penyisihan Terakhir, Fajar/Rian Fokus Semifinal Besok
Di laga berikut, Fajar/Rian akan menghadapi Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee asal Chinese Taipei. Fajar/Rian juga kalah akan rekor pertemuan dengan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen.
“Di babak 16 besar bertemu pasangan Chinese Taipei (Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen), tidak mudah pastinya karena kami tertinggal rekor pertemuan 0-2 dan mereka punya permainan yang sangat baik dan kesabaran yang baik juga," kata Fajar.
"Tapi kami mau mempersiapkan strategi untuk menghadapinya."
Fajar/Rian sejatinya memiliki keunggulan tersendiri sebagai juara bertahan. Meski demikian, Fajar/Alfian tidak merasa tertekan dengan status itu.
“Tidak ada tekanan sebagai juara bertahan. Gelar juara kan tahun lalu tapi sekarang dari nol lagi dan itu memotivasi kami untuk mengembalikan kepercayaan diri,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla








