Akurat Logo

Indonesia Terbuka: Juara Lagi, Siwei/Yaqiong Sebut Istora Bawa Hoki

| 18 Juni 2023, 15:51 WIB
Indonesia Terbuka: Juara Lagi, Siwei/Yaqiong Sebut Istora Bawa Hoki

AKURAT.CO, Istora Gelora Bung Karno (GBK) benar-benar menjadi panggung istimewa bagi Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Pasangan ganda campuran itu baru saja meraih gelar kedelapannya di venue sarat sejarah itu dengan memenangkan Indonesia Terbuka 2023.

Zheng Siwei/Huang Yaqiong menambah koleksi gelarnya di Istora, GBK setelah mengalahkan Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang) di final Indonesia Terbuka 2023, Minggu (18/6/2023) siang. Pasangan nomor satu dunia itu menang dengan skor 21-14 dan 21-11 dalam waktu 35 menit.

"Kami merasa di set kedua strategi kami sukses dengan lebih sabar, sehingga lawan tak bisa menemukan celah untuk menghentikan dominasi kami," ujar Zheng Siwei dalam konferensi pers pasca-laga.

Bagi Siwei/Yaqiong, ini merupakan gelar kedelapan di Istora GBK, sejak pertama kali memenangkannya lima tahun lalu pada ajang Indonesia Masters 2018.

Setelah itu, gelar demi gelar diraih oleh Siwei/Yaqiong di Istora GBK. Mulai dari Asian Games 2018, kemudian Indonesia Masters edisi 2019, 2020, dan 2022, hingga Indonesia Terbuka 2019, 2022, dan 2023.

Diakui mereka, Istora GBK merupakan tempat yang kerap membawa hoki. Siwei/Yaqiong merasa lebih percaya diri setiap berlaga di venue kebanggaan Indonesia ini.

"Istora bagi kami tempat yang hoki buat kami untuk menang. Ini tempat bawa hoki," ujar Huang Yaqiong.

"Istora, ketika datang ke sini ada rasa yang tak bisa diungkapkan tetapi kepercayaan diri kami meningkat sangat tinggi," tambah Zheng Siwei.

Dari delapan gelar itu, dua diantaranya menurut Siwei/Yaqiong paling berkesan. Salah satunya ketika menjuarai Indonesia Masters 2019 melawan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Final Indonesia Masters 2019 itu menjadi pertandingan pamungkas bagi Liliyana Natsir, yang memutuskan pensiun setelahnya.

"Sangat banyak kenangan terutama 2018 yang Asian Games dan saat melawan Liliyana Natsir. Jadi ada banyak kenangan," jelas Zheng Siwei.

Indonesia Terbuka 2023 kemungkinan besar menjadi edisi terakhir turnamen BWF World Tour Super 1000 itu digelar di Istora, GBK.

Tahun depan PBSI berencana memindah venue Indonesia Terbuka ke Indonesia Multifunction Stadium (IMS).[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.