AKURAT.CO, Ratu bulutangkis Spanyol, Carolina Marin, mengungkapkan bahwa dirinya tak menutup kemungkinan untuk berkarier di Indonesia. Hal itu akan ia lakukan jika sudah pensiun dan berstatus sebagai pelatih tunggal putri.
Hal itu disampaikan Marin dalam konferensi pers pengumuman perpanjangan kerja sama antara dirinya dan LaLiga di Madrid, Spanyol pada Rabu (8/3) malam WIB.
"Saya takkan berkata 'tidak' kepada apa pun yang berhubungan dengan olahraga yang saya tekuni. Namun, saat ini kans jadi pelatih belum saya pikirkan," kata Carolina.
"Sederhana saja, itu karena saya masih aktif berkompetisi di level yang sangat tinggi. Jadi, saat ini, saya masih fokus berkompetisi sebagai pemain demi terus berkembang."
Marin bisa dikatakan sebagai salah satu fenomena olahraga dunia. Sebab, ia berasal dari Spanyol yang merupakan negara Eropa yang tidak familiar bulutangkis.
Pemain berusia 29 tahun itu sukses menjadi orang Spanyol pertama yang bisa bersaing dan berprestasi di kancah bulutangkis top dunia. Marin mampu merebut gelar juara dunia tiga kali pada 2014, 2015, dan 2018. Marin juga peraih medali emas Olimpiade Rio 2016.
Status itulah yang membuat Marin berpikir untuk tetap menekuni dunia bulutangkis dan membantu negaranya ke depannya. Namun, dia juga tak menutup opsi berkarier di luar Spanyol.
"Tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Saya juga sebenarnya ingin membantu mengembangkan bulu tangkis di negara saya, di Spanyol," ucap Carolina Marin.
"Tapi, kalau memang nantinya saya bisa membantu di Indonesia, kenapa tidak?"
Marin sendiri termasuk salah satu pebulutangkis yang cukup populer di Tanah Air. Namanya dan sosoknya selalu disebut serta dirindukan setiap beraksi di Indonesia.
Tak pelak, Carolina Marin tak pernah tak nyaman ketika bermain di Indonesia. Ia pun mengaku sangat menikmatinya dan menganggapnya sebagai rumah kedua setelah Spanyol.
"Banyak pengalaman mengesankan di Indonesia termasuk gelar juara yang aku dapat. Indonesia selalu membuat saya merasa seperti di rumah. Masyarakatnya sangat mencintai bulu tangkis," tutur Carolina Marin.
"Kalau tidak salah pada 2017, saya kalah di semifinal melawan China saat di Indonesia, saya marah pada diri saya sendiri. Tapi, di sisi lain, saya juga gembira. Karena semua pendukung di sana meneriakkan nama saya."[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia





