Selain Kemampuan Teknis, Seleknas Pelatnas PBSI Juga Nilai IQ Pemain

AKURAT.CO, Sebanyak 111 atlet muda nasional dari 13 klub di seluruh Indonesia mengirimkan perwakilannya yang berusia 19 tahun ke bawah untuk ambil bagian dalam Seleksi Nasional (Seleknas) Persatuan Bukutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2025.
Nantinya, pemenang dari lima sektor yang dipertandingkan dalam Seleknas kali ini akan otomatis lolos ke pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
Selain pemenang, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Ricky Soebagdja, juga menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan tim pencari bakat untuk menyeleksi beberapa atlet potensial yang terlihat dalam Seleknas kali ini.
Baca Juga: Seleknas PBSI 2025 Berlangsung Ketat, Diikuti 111 Pebulutangkis Muda dari 13 Klub
"Kalau untuk nomor satu itu juaranya mutlak ya (lolos ke Pelatnas PBSI). Tapi, kami ada tim pemandu bakat, di mana memang me-monitoring pemain yang potensial dan sekiranya layak (masuk Pelatnas)," jelas Ricky saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (11/2).
Selain menilai pemain dari segi teknis, Seleknas kali ini juga bakal menilai kesehatan, psikologis dan IQ (Intelligence Quotient) dari para pemain. Hal tersebut dilakukan dengan harapan dapat menciptakan pemain dengan karakter mumpuni di atas lapangan.
Tes lanjutan berlangsung satu hari setelah Seleknas berakhir, dilakukan untuk mendata kondisi-kondisi atlet yang lolos lewat tes psikolog, tes IQ, untuk bisa melihat kecerdasan pemain sampai mana.
Baca Juga: Daftar Lengkap 81 Atlet yang Ikuti Seleksi Tahap Pertama Pelatnas PBSI, Ada Nama Dejan Ferdinansyah
"Penilaian-penilaian itu saya rasa sangat penting ya, untuk lebih cerdas di lapangan, selain fisik dan mental. Itu yang akan dilakukan dalam Seleknas PBSI kali ini," jelas Ricky.
Selain itu Ricky juga menyebut bahwa sangat memungkinkan Pelatnas PBSI saat ini bisa mendapat tambahan sekitar 20 pemain baru.
Namun, utamanya akan dilihat terlebih dahulu seperti apa kebutuhannya di masing-masing sektor. Apalagi dalam Seleknas PBSI kali ini banyak pemain yang turun rangkap bermain di dua sektor.
Ricky menyebut pemain yang bermain rangkap sangat memungkinkan juga bakal bermain rangkap di Pelatnas PBSI. Apalagi mereka adalah pemain-pemain muda.
"Tentu nantinya kami lihat ke depannya ini lebih ke mana. Yang sekarang sudah diterapkan ke (Siti) Fadia (Silva Ramadhanti) untuk bermain rangkap. Kemarin di Thailand dua-duanya (ganda putri dan campuran) masuk final," kata Ricky.
"Jadi peluang sangat terbuka untuk bermain rangkap, tinggal siapa yang layak dan bisa tetap konsisten di dua nomor yang diikutinya."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana








