Denmark Terbuka: Sempat Unggul, Kekalahan Fajar/Rian Dipengaruhi Keputusan Hakim Servis

AKURAT.CO, Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, gagal mengamankan tiket partai final ajang Super 750 Denmark Terbuka setelah disingkirkan wakil tuan rumah.
Bertanding di Jyske Bank Arena, Odense, Sabtu (19/10) setempat, Fajar/Rian harus menyerah dengan rubber set (20-22, 21-18, 11-21) atas Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen di empat besar Denmark Terbuka.
Fajar/Rian menyebut momen pada set pertama di laga Denmark Terbuka kali ini sempat mempengaruhi mereka.
Bagaimana tidak? Mampu unggul 20-17, Fajar/Rian harus merelakan set pertama setelah Astrup/Rasmussen mampu meraih lima poin beruntun.
Baca Juga: Denmark Terbuka: Singkirkan Duet Inggris, Fajar/Rian Wakil Ketiga Indonesia di Semifinal
Poin pasangan ganda Denmark itu diawali oleh keputusan hakim servis yang menyatakan fault pada servis yang dilepaskan Fajar di kedudukan 20-17 untuk keunggulan Indonesia.
"Tadi di gim pertamalah yang menjadi kuncinya. Kami sudah unggul jauh, tapi kemudian dikejar oleh mereka. Ya saya sempat menyayangkan juga keputusan hakim servis yang menggagalkan servis saya," kata Fajar usai laga sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.
"Karena dengan servis yang sama pun dari awal gim tidak pernah di-fault. Tapi, justru di poin kritis di 20-17 akhirnya saya terkena fault. Namun, keputusan hakim servis adalah bulat dan kami harus terima itu."
Fajar mengatakan bahwa jika servis tersebut fault, seharusnya dari awal gim servisnya dinyatakan fault. Namun, mereka coba berjiwa besar dan tidak menjadikan keputusan hakim servis sebagai alasan atas kekalahan mereka di babak semifinal.
"Kuncinya memang terletak di gim pertama, kami sudah merasa nyaman dengan pola main kami," kata Rian menambahkan,
"Namun ya kembali lagi, kami belum berhasil merebut kemenangan di gim pertama, tapi tentu semua ini akan terus kami jadikan sebuah pelajaran."
Baca Juga: Cerita Gregoria Mariska Menahan Sakit Meski Akhirnya Harus Menyerah di Semifinal Denmark Open 2024
Menurut mereka, kekalahan ini terjadi lantaran ganda tuan rumah memang bermain lebih baik. Terutama pada servis Astrup/Rasmussen yang kerap menggunakan teknik servis panjang atau flick serve yang membuat Fajar/Rian kerap kerepotan.
Secara faris besar, Fajar/Rian belum cukup puas dengan penampilan mereka saat ini. Baik itu dari segi permainan ataupun dari hasil yang diharapkan.
"Kami belum bisa menembus babak final di tur Eropa ini. Namun, semoga di perjalanan kami setelah Olimpiade 2024 kemarin, kami bisa memperoleh hasil yang jauh lebih baik lagi," jelas Fajar.
Mereka juga mengakui bahwa kelemahan mereka sejauh ini adalah belum mampu memaksimalkan momen di poin-poin krusial. Namun, mereka tetap bersyukur dengan hasil yang bisa didapatkan sejauh ini.
"Setelah ini kami akan berdiskusi bersama pelatih, melakukan evaluasi atas hasil kami dan kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi turnamen-turnamen yang akan datang, dan tentu semoga hasilnya bisa jauh lebih baik dari turnamen kali ini," ucap Rian menambahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







