Akurat Logo

GM Novendra Priasmoro Juara Kejurda Piala Gubernur DKI, Percasi Siap Pertahankan Gelar di Kejurnas

Zainal Hasan | 7 Oktober 2026, 07:05 WIB
GM Novendra Priasmoro Juara Kejurda Piala Gubernur DKI, Percasi Siap Pertahankan Gelar di Kejurnas
Ketua Percasi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth saat kejuataan Catur Piala Gubernur DKI Jakarta. - Percasi DKI Jakarta

AKURAT.CO, Grand Master (GM) Novendra Priasmoro keluar sebagai juara kategori open pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur DKI Jakarta 2026.

Novendra menjadi yang terbaik setelah melewati persaingan dalam Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 yang berlangsung di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada 3-4 Oktober 2026.

Ajang tersebut diikuti 420 pecatur dari berbagai kelompok usia. Sebanyak 17 kategori dipertandingkan, mulai dari kelompok usia dini hingga veteran, dengan total hadiah mencapai Rp100 juta.

Pada kategori open, Novendra berhasil mengungguli Claudio Lasama yang finis di posisi kedua. Sementara itu, Satria Duta Cahaya melengkapi tiga besar sebagai peringkat ketiga.

Kemenangan Novendra sekaligus menjadi salah satu modal Percasi DKI Jakarta menatap Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 yang akan digelar di Banten pada 23-29 Oktober 2026.

Ketua Percasi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengatakan Kejurda tidak sekadar menjadi arena pertandingan. Menurutnya, ajang tersebut juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet yang akan memperkuat kontingen DKI Jakarta di Kejurnas.

"Kejurda kali ini ada 17 kategori. Yang paling meriah open ya, hadiahnya paling besar. Yang menang GM Novendra. Saya senang karena menurut saya momen Kejurda ini menjadi suatu ajang yang penting karena selanjutnya ada Kejurnas," ujar Kenneth dalam keterangannya.

DKI Jakarta memiliki target untuk mempertahankan status sebagai juara umum pada Kejurnas tahun ini. Kenneth pun menilai hasil yang didapat para pecatur dalam Kejurda menjadi gambaran awal kekuatan kontingen Ibu Kota.

"Kita sebelumnya merupakan juara umum. Dengan hasil dari Kejurda ini saya optimis kita bisa juara lagi. Sudah tersaring para peserta yang akan kita daftarkan ke Kejurnas nanti," tegas Kenneth yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan.

Kenneth menambahkan, pembinaan atlet menjadi salah satu fokus Percasi DKI Jakarta. Proses tersebut dilakukan secara berjenjang, mulai dari pecatur usia dini hingga kelompok senior.

"Rangkaian Kejuaraan Daerah Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 telah selesai dilaksanakan dengan baik. Saya mengapresiasi seluruh atlet, pelatih, wasit, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga pelaksanaan Kejurda tahun ini berjalan lancar dan kompetitif," bebernya.

"Bagi kami di Percasi DKI Jakarta, Kejurda bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana pembinaan dan regenerasi atlet catur berjalan. Saya melihat persaingan tahun ini semakin ketat dan kualitas para pecatur juga semakin meningkat," sambung Alumni PPRA Angkatan LXII Lemhannas RI itu.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap perjuangan seluruh atlet yang tampil dalam Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Kenneth menilai setiap pertandingan menjadi bagian dari proses untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding para pecatur.

"Apapun hasil akhirnya, setiap pertandingan menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding. Ke depan, Percasi DKI Jakarta akan terus memperkuat pembinaan dari tingkat junior hingga senior," tuturnya.

"Kami ingin memastikan muncul lebih banyak pecatur muda potensial yang nantinya tidak hanya mampu berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga membawa nama Indonesia di ajang internasional," imbuhnya.

Penutupan Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 juga diwarnai pelantikan enam kepengurusan Pengurus Kota (Pengkot) Percasi di wilayah DKI Jakarta.

Enam kepengurusan tersebut terdiri dari Percasi Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.

Joko Sukarno dipercaya memimpin Percasi Jakarta Selatan, Ozi Fauzi di Jakarta Utara, Andi Fachrie Lentera di Jakarta Pusat, Rhama Bedah Wijaya di Kepulauan Seribu, Angia Sekartaji di Jakarta Timur, serta Sunardi Sadeli di Jakarta Barat.

Kenneth berharap terbentuknya kepengurusan di enam wilayah administrasi tersebut dapat memperluas pembinaan sekaligus akses masyarakat terhadap olahraga catur.

"Saya membuka ruang seluas-luasnya bagi orang tua berdomisili di Jakarta yang ingin anaknya belajar catur atau menjadi atlet catur, dan juga bagi para pecatur di warung kopi. Kita sudah siapkan kepengurusan di lima kota dan satu kabupaten," paparnya.

Menurut Kenneth, keberadaan struktur kepengurusan hingga tingkat wilayah diharapkan mampu membuat olahraga catur lebih dekat dengan masyarakat.

"Dari dahulu belum pernah ada bentuk kepengurusan organisasi seperti ini. Baru ada di era saya. Harapan saya, semoga catur bisa menjangkau semua lapisan hingga kelas bawah," pungkas Kent.

Legenda catur Indonesia sekaligus pembina Percasi, GM Utut Adianto, turut mengapresiasi penyelenggaraan Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026.

Utut menilai penggunaan hotel sebagai venue pertandingan memberikan suasana berbeda bagi para peserta. Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat menjadi motivasi bagi pecatur untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

"Kejuaraan seperti ini bagi pecatur adalah impian. Apalagi mainnya di gedung bagus, hotel bagus. Ramai banget. Tepuk tangan untuk ketua kita, Pak Kenneth," kata Utut.

Namun, Utut juga meminta penyelenggaraan kejuaraan catur di masa mendatang terus ditingkatkan, terutama dari sisi teknis dan jumlah pertandingan.

"Saran saya ke depannya mesti diperkuat tim teknis. Semoga diperbanyak babaknya, minimal sembilan pertandingan dan berlangsung 90 menit sehingga kualitas akan semakin meningkat," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.